Al-Awwal dan Al-Akhir

penulis Al-Ustadz Qomar ZA Lc
Syariah Khazanah 21 - April - 2007 06:09:14

Di antara Al-Asma`ul Husna adl Al-Awwal dan Al-Akhir sebagaimana termaktub dlm firman Allah berikut ini:

هُوَ اْلأَوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Sebagaimana disebutkan pula dlm hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus keterangan beliau tentang makna berikut ini:
Suhail mengatakan: “Dahulu Abu Shalih memerintahkan kami apabila seseorang di antara kami hendak tidur agar berbaring di atas sisi kanan lalu mengucapkan:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ اْلأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةَ وَاْلإِنْجِيْلَ وَالْفُرْقَانَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

“Ya Allah Rabb sekalian langit dan bumi dan Rabb ‘Arsy yg agung Rabb kami dan Rabb segala sesuatu Allah yg menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Yang menurunkan Taurat Injil dan Al-Qur`an Aku berlindung dari kejahatan segala sesuatu yg Engkaulah yg menguasai ubun-ubunnya. Ya Allah engkaulah Al-Awwal yg tiada sesuatu sebelum-Mu dan engkaulah Al-Akhir yg tiada sesuatu setelah-Mu Engkaulah Yang Zhahir Yang tiada sesuatu di atas-Mu dan engkau Al-Bathin tiada yg lbh dekat dari-Mu sesuatupun lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kefakiran.” Dan Abu Shalih meriwayatkan ini dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Makna Al-Awwal adl Dzat yg tiada sesuatu sebelum-Nya sehingga nama ini menunjukkan kedahuluan Allah. Dan kedahuluan Allah itu bersifat mutlak bukan kedahuluan yg relatif semacam bila dikatakan: Ini lbh awal dibanding yg setelah dan ada yg lain sebelumnya. Sehingga nama Allah Al-Awwal menunjukkan bahwa segala sesuatu selain-Nya baru ada setelah sebelum tiada.
Hal ini menuntut seorang hamba agar memerhatikan keutamaan Rabb dlm tiap ni’mat baik berupa ni’mat agama ataupun dunia di mana sebab dan musabab berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Makna Al-Akhir adl Dzat yg tiada sesuatu setelah-Nya. Nama Allah Subhanahu wa Ta’ala ini menunjukkan keabadian-Nya dan kekekalan-Nya. Dan ini menunjukkan bahwa Dia merupakan tujuan dan tempat bergantung yg seluruh makhluk menuju kepada-Nya dgn ibadah harapan rasa takut dan seluruh keperluan mereka.
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Dan janganlah dipahami bahwa ini menunjukkan batasakhir-Nya. Ka rena ada juga hal-hal yg abadi namun berupa makhluk seperti al-jannah dan an-nar . Atas dasar itu mk Al-Akhir mengandung makna bahwa Ia meliputi segala sesuatu tiada kesudahan bagi keakhiran-Nya.
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di mengatakan: “Perhatikanlah makna-makna yg agung ini yg menunjukkan keesaan Rabb Yang Maha Agung dlm hal kesempurnaan dan liputan-Nya yg mutlak. Baik yg berkaitan dgn liputan waktu yaitu pada nama-Nya Al-Awwal dan Al-Akhir maupun yg berkaitan dgn tempat yaitu pada nama-Nya Azh-Zhahir dan Al-Bathin.
Ibnul Qayyim menjelaskan:
Keawalan Allah Subhanahu wa Ta’ala mendahului keawalan segala sesuatu dan keakhiran-Nya tetap setelah keakhiran segala sesuatu. Sehingga makna keawalan-Nya adl kedahuluan-Nya atas segala sesuatu dan makna keakhiran-Nya adl kekekalan-Nya setelah segala sesuatu Poros empat nama ini adl pada makna liputan yaitu dua liputan yg berkaitan dgn waktu dan tempat mk segala yg mendahului itu berakhir pada kedahuluan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan segala yg berakhir mk kembali kepada keakhiran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga dua nama tersebut meliputi segala sesuatu yg awal dan akhir.. Tiada sesuatu yg awal melainkan Allah mendahului dan tiada sesuatu yg akhir melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala setelahnya. Sehingga Al-Awwal arti kedahuluan-Nya dan Al-Akhir arti keabadian-Nya.”

Konsekuensi Keimanan Hamba Terhadap Nama Al-Awwal dan Al-Akhir
Pada jiwa seseorang dua nama tersebut akan menimbulkan pengaruh sebagaimana yg dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullahu: “Manakala seorang hamba mengimani nama tersebut mk perhatikanlah buah ibadah dari dua nama ini dan bagaimana kedua mengharuskan pasrah yg sempurna kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata serta membuahkan rasa butuh yg terus menerus kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa selain-Nya dan bahwa semua urusan bermula dari-Nya dan kembali kepada-Nya.”

Sumber Bacaan:
- Shifatullah Al-Waridah fil Kitabi was Sunnah
- Syarh Al-Wasithiyyah karya Ibnu ‘Utsaimin
- Syarh Al-Wasithiyyah karya Muhammad Al-Harras
- Syarh An-Nuniyyah karya Muhammad Al-Harras
- Thariqul Hijratain karya Ibnul Qayyim
- dll.

Sumber: www.asysyariah.com