Allah Selalu Bersamamu

penulis Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Sakinah Permata Hati 15 - Desember - 2004 04:14:57

Salah satu bekal yg penting diberikan para orang tua kepada anak-anak adl upaya menumbuhkan rasa optimis pada diri anak dlm menghadapi kehidupan yg sarat dgn problema. Cara terbaik utk mencapai hal tersebut adl dgn mengenalkan pada anak akan pertolongan Allah yg diberikan kepada tiap hamba-Nya yg beriman. Anak perlu dipahamkan bahwa bila Allah telah memberikan pertolongan-Nya mk permasalahan seberat apapun akan bisa diselesaikan.

Anak dgn segala keunikan yg ada pada pribadi tdk terlepas dari permasalahan baik berkenaan dgn diri tempat belajar ataupun orang2 di sekelilingnya. Begitu pun sisi berat ringan permasalahan yg dihadapi berbeda-beda antara satu anak dgn yg lainnya. tdk jarang dijumpai dlm keseharian anak-anak yg begitu penakut terhadap segala sesuatu yg tdk pantas dikhawatirkan. Semua itu terkadang membuat orang tua berkerut dahi dgn jalan apa kira mengatasi hal-hal semacam ini?
Jika demikian tentu sang anak membutuhkan bekal utk menghadapi tiap problema yg dihadapinya. Dia membutuhkan bimbingan agar senantiasa merasakan pengawasan Rabb- meminta hanya kepada-Nya disertai keyakinan yg kokoh terhadap ketetapan dan takdir-Nya.
Ketika itulah selayak orang tua melihat kembali bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanamkan optimisme dan kebesaran jiwa pada diri anak agar menghadapi gelombang kehidupan ini dgn keberanian dan penuh harapan hingga kelak mereka menjadi sesosok pribadi yg bermanfaat bagi umat ini. Beliau pesankan kepada putra paman Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma:
يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ. احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ. إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْئٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ. رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ. رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ.
وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ. تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ. وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ. وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنََّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْرًا
“Wahai anak sesungguh aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan dapati Dia ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah seandai seluruh umat ini berkumpul utk memberikan manfaat kepadamu mereka tdk akan dapat memberikan kecuali apa yg telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandai mereka berkumpul utk menimpakan mudharat kepadamu mereka tdk akan dapat menimpakan kecuali apa yg telah Allah tetapkan menimpamu. Telah diangkat pena dan telah kering lembaran-lembaran.” .1
Dan dlm riwayat selain At-Tirmidzi: “Jagalah Allah niscaya engkau akan dapati Dia di hadapanmu. Kenalilah Allah dlm keadaan lapang niscaya Dia akan mengenalimu dlm keadaan susah. Ketahuilah sesungguh apa yg ditetapkan luput darimu tdk akan menimpamu dan apa yg ditetapkan menimpamu tdk akan luput darimu. Ketahuilah pertolongan itu berrsama kesabaran kelapangan itu bersama kesusahan dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
Inilah kalimat yg agung dan mulia dari lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan beliau mengatakan: Jagalah batasan-batasan dan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya juga dgn mempelajari agama-Nya hingga engkau dapat menunaikan ibadah dan muamalahmu. Jagalah semua itu niscaya Dia akan menjaga agama keluarga harta maupun dirimu krn Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan balasan kepada orang2 yg berbuat baik atas kebaikannya. Sementara balasan yg paling penting adl penjagaan-Nya terhadap agamamu serta menyelamatkan dirimu dari kesesatan.
Sebalik seseorang yg menelantarkan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala mk Allah Subhanahu wa Ta’ala pun akan menelantarkan diri dan dia tdk berhak mendapatkan penjagaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya:
وَلاَ تَكُوْنُوا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ
“Dan janganlah kalian seperti orang2 yg melupakan Allah sehingga Allah jadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang2 yg fasik.”
Pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini juga memberikan pelajaran pada seorang anak utk meminta ataupun memohon pertolongan hanya kepada Allah semata tdk meminta kepada makhluk. Karena Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Namun tdk terlarang utk meminta pertolongan kepada makhluk pada hal-hal yg mampu dia lakukan. Kalaupun dia harus meminta sesuatu atau mencari pertolongan kepada makhluk mk sesungguh makhluk itu hanyalah sebab dan Allahlah yg menciptakan sebab hingga kepada-Nyalah harus bersandar.
Demikian pula segala kebaikan yg diberikan dan bahaya yg ditimpakan oleh makhluk semua telah ditetapkan oleh Allah. Namun bukan berarti seseorang tdk diperkenankan utk menolak bahaya dari diri krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
“Dan balasan kejelekan itu adl kejelekan yg semisal.”

Oleh krn itu seorang hamba harus menggantungkan harapan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tdk berpaling sedikit pun kepada makhluk krn makhluk tdk memiliki kekuasaan sedikit pun utk memberi manfaat maupun menimpakan bahaya.
Begitu pun nasihat ini berisi anjuran utk menunaikan hak Allah di saat lapang sehat dan berkecukupan niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengenali ketika berada dlm kesusahan hingga Dia ringankan penderitaan menolong dan menghilangkan kesusahan itu.
Ditemui pula pengajaran pada sang anak bahwa apa pun yg ditetapkan akan menimpa tdk akan dapat ditolak. Dan apa pun yg tdk ditetapkan tdk akan bisa diraih krn Allah telah menetapkan semua itu.
Di dlm nasihat ini juga terdapat anjuran agar bersabar utk memperoleh pertolongan. Kesabaran ini mencakup sabar utk taat kepada Allah sabar dlm menjauhi maksiat kepada Allah dan sabar di atas ketetapan Allah yg ‘menyakitkan’ . Inilah kabar gembira bagi orang yg bersabar krn pertolongan akan mengiringi kesabaran. Inilah kabar gembira bahwa kelapangan itu mengiringi kesusahan. Hendak pula ketika ditimpa kesulitan seorang hamba bersandar diri kepada Allah dgn menanti-nantikan kemudahan dari Allah serta membenarkan janji Allah krn Allah telah mengatakan di dlm Kitab-Nya yg mulia:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Dirangkum dari Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah2)
Di waktu yg lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
المُؤْمِنُ القَوِي خَيْْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِِ الضَعِيْفِ. وَفِي كُلٍّ خَيْر.ٌ اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجِزْ. وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ. فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Seorang mukmin yg kuat lbh baik dan lbh dicintai oleh Allah daripada mukmin yg lemah dan pada masing-masing dari kedua ada kebaikan. Bersemangatlah utk melakukan apa yg bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Apabila engkau ditimpa sesuatu janganlah mengatakan ‘Seandai aku dulu melakukan begini dan begini’ namun katakanlah ‘Ini adl takdir Allah dan apa pun yg Allah kehendaki pasti Allah lakukan’ krn ucapan ‘seandainya’ itu membuka amalan setan.”
Yang dimaksud dgn kuat dlm ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini adl jiwa yg kokoh dan bersemangat terhadap perkara akhirat. Sehingga orang yg seperti ini menjadi orang yg paling pemberani terhadap musuh paling cepat bertolak ke medan jihad paling teguh dlm memerintahkan orang lain pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan bersabar dlm menempuh semua itu serta tabah dlm menempuh kesusahan krn mengharap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia pun menjadi orang yg paling senang menunaikan shalat puasa dzikir maupun seluruh ibadah bersemangat pula utk menjalankan dan menjaganya. Akan tetapi baik orang yg kuat maupun orang yg lemah memiliki kebaikan krn mereka sama-sama beriman juga krn ibadah yg dilakukan oleh orang yg lemah itu.
Dianjurkan pula oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam utk bersemangat dlm berbuat ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menginginkan apa yg ada di sisi-Nya serta memohon pertolongan kepada-Nya utk mendapatkan itu semua. Hendak seorang hamba tdk merasa lemah dan malas utk mencari amalan ketaatan dan memohon pertolongan dari-Nya.
Inilah yg semesti tergambar dlm sosok pribadi seorang anak. tdk ada salah bila suatu ketika orang tua menuturkan kisah-kisah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang perjalanan hidup orang2 yg Allah Subhanahu wa Ta’ala beri kemuliaan yg sarat dgn optimisme dan keyakinan kepada Rabb-nya. Karena anak senang dgn cerita dan biasa berbekas dlm jiwanya. Salah satu dituturkan oleh Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu3 dari apa yg disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Dulu hidup seorang raja yg memiliki seorang tukang sihir. Ketika usia tukang sihir itu telah menua ia berkata kepada sang raja “Sesungguh aku ini telah tua mk utuslah padaku seorang pemuda yg dapat kuajari sihir.” Lalu raja pun mengirim seorang pemuda utk diajari sihir. Di tengah jalan yg biasa dilalui pemuda itu menuju tukang sihir ada seorang rahib. Pemuda itu singgah duduk dan mendengarkan ucapan sang rahib. Dia pun merasa takjub. mk demikianlah bila dia mendatangi tukang sihir dia melewati rahib lalu duduk di hadapannya. Bila tiba di hadapan tukang sihir tukang sihir itu pun memukulnya. Dia adukan hal itu kepada rahib. Si rahib menjawab “Kalau engkau khawatir terhadap tukang sihir katakan pada ‘Keluargaku menahanku’ dan kalau engkau khawatir terhadap keluargamu katakan ‘Tukang sihir menahanku’.”
Demikian terus berlangsung sampai suatu saat muncul seekor binatang besar yg menghalangi jalan manusia. Pemuda itu berkata “Pada hari ini aku akan mengetahui apakah tukang sihir yg lbh utama ataukah rahib.” Lalu diambil sebuah batu sambil berkata “Ya Allah bila ajaran rahib lbh Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir matikanlah binatang ini hingga manusia dapat lewat kembali.” Dilempar binatang itu hingga akhir mati dan orang2 pun dapat melewati jalan itu lagi.
Kemudian dia datang kepada rahib dan menceritakan apa yg terjadi. Mendengar itu rahib berkata “Wahai anakku sekarang engkau lbh utama daripadaku engkau telah mencapai kedudukan sebagaimana yg kulihat dan nanti engkau akan diuji. Jika engkau mendapatkan ujian jangan sekali-kali menunjuk padaku.”
Pemuda itu pun dapat mengobati orang yg buta sejak lahir orang yg berpenyakit sopak ataupun segala penyakit. Hal itu didengar oleh seorang pendamping raja yg buta. Dia pun mendatangi pemuda itu dgn membawa banyak hadiah lalu berkata “Semua yg di hadapanmu ini menjadi milikmu kalau engkau bisa menyembuhkanku.” Si pemuda menjawab “Aku tdk bisa menyembuhkan seorang pun yg menyembuhkan hanyalah Allah. Kalau engkau beriman kepada Allah aku akan berdoa agar Allah menyembuhkanmu.” Pendamping raja itu pun beriman dan Allah pun menyembuhkannya.
Pendamping raja itu kembali duduk di sisi raja sebagaimana biasanya. Sang raja berta “Siapa yg menyembuhkan penglihatanmu?” “Rabbku” jawab pendamping raja. “Apakah engkau punya rabb selain aku?” ta raja lagi. “Rabbku dan Rabbmu adl Allah” jawabnya.
Sang raja pun menangkap dan terus-menerus menyiksa sampai akhir pendamping raja itu menunjukkan si pemuda. Didatangkanlah pemuda itu dan dia mengatakan “Sesungguh aku tdk dapat menyembuhkan seorang pun yg menyembuhkan hanyalah Allah.” Mendengar itu raja segera menangkap dan terus-menerus menyiksa sampai pemuda itu menunjukkan si rahib. Didatangkan pula si rahib dan dikatakan pada “Keluar dari agamamu!” Rahib itu menolak. Raja meminta sebilah gergaji lalu digergajilah tepat di tengah-tengah kepala rahib hingga terbelah dua badannya. Kemudian didatangkan pendamping raja dan dikatakan pula “Keluar dari agamamu!” Akan tetapi dia menolak hingga digergaji tepat di tengah kepala sampai terbelah dua badannya.
Setelah itu didatangkan si pemuda dan dikatakan juga pada “Keluar dari agamamu!” Dia pun menolak hingga raja menyerahkan pada para pengawal “Bawa dia naik ke gunung. Kalau kalian telah sampai di puncak tawarkanlah kalau dia mau keluar dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia!” Mereka membawa pemuda itu naik ke gunung. Pemuda itu berdoa “Ya Allah selamatkanlah aku dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.” Tiba-tiba gunung itu bergoncang dahsyat hingga para pengawal itu berjatuhan dari atas gunung. Pulanglah pemuda itu dgn berjalan kaki ke hadapan raja. Raja pun berta heran “Apa yg mereka lakukan?” Jawab pemuda itu “Allah menyelamatkanku dari mereka.”
Kemudian raja kembali menyerahkan pada pengawal “Bawalah dia dgn perahu hingga ke tengah lautan lalu tawarkan kalau dia mau keluar dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia ke lautan.” Mereka pun membawa ke tengah lautan. Pemuda itu lalu berdoa “Ya Allah selamatkan aku dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.” Tiba-tiba perahu itu terbalik hingga para pengawal raja tenggelam. Pemuda itu pulang ke hadapan raja dgn berjalan kaki. Raja berta lagi “Apa yg mereka lakukan?” Pemuda itu menjawab “Allah menyelamatkanku dari mereka.”
Pemuda itu berkata lagi “Sesungguh engkau tdk akan dapat membunuhku sampai engkau laksanakan saranku.” “Apa itu?” ta raja. “Engkau kumpulkan manusia di sebuah tanah lapang dan engkau salib aku pada sebatang pohon. Lalu ambil sebuah anak panah dari tempat anak panahku dan letakkan di busur. Kemudian ucapkan ‘Dengan nama Allah Rabb pemuda ini’ lalu panahlah. Kalau engkau lakukan ini engkau akan bisa membunuhku.”
Raja segera mengumpulkan manusia di suatu tanah lapang dan menyalib pemuda itu pada sebatang pohon. Lalu diambil anak panah dari tempat kemudian diletakkan di busur sambil berkata “Dengan nama Allah Rabb pemuda ini.” Dilontarkan anak panah tepat mengenai dahi pemuda itu. Pemuda itu pun meletakkan tangan di dahi di tempat sasaran anak panah lalu meninggal.
Menyaksikan hal itu manusia pun berkata “Kami beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada Rabb pemuda itu!”
Disampaikanlah kepada raja “Tidakkah engkau melihat apa yg engkau khawatirkan? Demi Allah sungguh telah terjadi apa yg engkau takutkan. Manusia telah beriman.” mk raja memerintahkan utk dibuat parit besar di tiap pintu kota dan dinyalakan api di dalamnya. Raja berkata “Barangsiapa yg tdk mau keluar dari agama lempar dan bakar dia di dalamnya!” Perintah itu pun segera dilaksanakan.
Suatu ketika datang seorang wanita membawa anak yg masih kecil. Dia merasa bimbang utk masuk ke dlm api. Tiba-tiba berucaplah sang anak “Bersabarlah wahai ibu sesungguh engkau di atas kebenaran.”
Inilah di antara banyak kisah yg memberikan gambaran tentang keadaan seorang mukmin yg senantiasa bersandar kepada Allah utk mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya. Semogalah tuturan ini memberikan bekas kebaikan yg tertanam dlm jiwa anak-anak.
Wallahu a’lamu bish shawab.

1 Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dlm Shahih Sunan At-Tirmidzi 2/2043 dan Al-Misykat no. 5302.
2 Diambil dari www.binothaimeen.com
3 Diriwayatkan Al-Imam Muslim dlm Shahih no. 3005

Sumber: www.asysyariah.com