Ayah Tiri Mahram Bagi Istri Anak Tiri?

penulis Al Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah
Sakinah Muslimah Berta 21 - Oktober - 2004 11:09:25

Ana mau ta kepada Ustadzah barakallahu fikum siapa sajakah wanita yg haram dinikahi oleh seorang lelaki krn hubungan mahram? Apakah istri anak tiri merupakan mahram bagi ayah tirinya? Jazakumullah khairan atas jawaban yg diberikan.

Jawab:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلاَ تَنْكِحُوْا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيْلاً. حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِيْ أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاَّتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ اْلأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ. إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْرًا رَحِيْمًا
“Janganlah kalian menikahi wanita-wanita yg telah dinikahi oleh ayah-ayah kalian kecuali pada masa yg telah lampau krn sesungguh perbuatan menikahi ibu tiri itu amatlah keji dibenci dan sejelek-jelek jalan yg ditempuh. Diharamkan atas kalian menikahi ibu-ibu kalian putri-putri kalian saudara-saudara perempuan kalian ‘ammah kalian khalah kalian putri-putri dari saudara laki2 kalian putri-putri dari saudara perempuan kalian ibu-ibu susu kalian saudara-saudara perempuan kalian sepersusuan ibu mertua kalian putri-putri dari istri kalian yg berada dlm pemeliharaan kalian dari istri yg telah kalian campuri tetapi jika kalian belum mencampuri istri tersebut mk tdk berdosa kalian menikahi putrinya. Diharamkan pula bagi kalian menikahi istri-istri anak kandung kalian dan menghimpunkan dlm pernikahan dua wanita yg bersaudara kecuali apa yg telah terjadi di masa lampau. Sesungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dalam ayat yg mulia di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wanita-wanita yg haram dinikahi oleh seorang lelaki baik krn hubungan nasab krn penyusuan ataupun krn hubungan pernikahan. Adapun wanita yg haram dinikahi krn nasab ada tujuh:
1. Ibu nenek dan seterus ke atas
2. Anak perempuan cucu perempuan dan seterus ke bawah
3. Saudara perempuan baik seayah seibu ataupun seayah saja atau seibu saja
4. ‘Ammah
5. Khalah
6. Anak perempuan dari saudara laki2 cucu perempuan keponakan dan seterus ke bawah
7. Anak perempuan dari saudara perempuan cucu perempuan keponakan dan seterus ke bawah
Al-Imam Al-Qurthubi t menukilkan ucapan Ath-Thahawi bahwa seluruh wanita yg disebutkan di atas tdk boleh dinikahi seorang pun dari mereka dgn kesepakatan ulama.
Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyatakan seluruh kerabat perempuan dari seorang laki2 dgn garis nasab haram utk dinikahi kecuali sepupu-sepupunya yaitu putri-putri dari ‘ammi- putri-putri dari khal- putri-putri dari ‘ammah- dan putri-putri dari khalah- . Allah Subhanahu wa Ta’ala halalkan keempat golongan ini utk dinikahi oleh Rasul-Nya dgn firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ الاَّتِيْ آتَيْتَ أُجُوْرَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِيْنُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالاَتِكَ الاَّتِيْ هَاجَرْنَ مَعَكَ
“Wahai Nabi sesungguh Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yg telah engkau berikan mahar dan hamba sahaya yg engkau miliki dari apa yg Allah anugerahkan kepadamu dlm peperangan. Demikian pula dihalalkan bagimu utk menikahi anak-anak perempuan dari saudara laki2 ayahmu anak-anak perempuan dari saudara perempuan ayahmu anak-anak perempuan dari saudara laki2 ibu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yg turut berhijrah bersamamu…”
Penghalalan ini juga berlaku bagi umat beliau. Adapun selain empat golongan wanita di atas haram utk dinikahi sebagaimana tersebut dlm Surat An-Nisa ayat 23.
Ada tujuh wanita pula yg haram dinikahi dari susuan dua di antara Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dlm ayat ini yaitu:
1. Ibu susu
2. Saudara perempuan sepersusuan
Adapun anak perempuan susuan ‘ammah khalah anak perempuan dari saudara laki2 dan dari saudara perempuan sepersusuan diketahui keharaman dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعَةِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ
“Menjadi haram dgn sebab penyusuan apa yg haram krn hubungan nasab.” (Al-Mughni 7/8587)
Adapun wanita yg haram dinikahi krn hubungan pernikahan ada empat yaitu:
1. Istri ayah dan terus ke atas
2. Ibu istri nenek istri dari pihak ayah ataupun ibu dan terus ke atas
3. Anak perempuan istri dgn syarat istri tersebut telah digauli cucu perempuan istri dan terus ke bawah. Demikian pula anak perempuan dari anak laki2 tiri sebagaimana pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i Al-Imam Ahmad dan selain keduanya.
4. Istri dari anak lelaki kandung dan terus ke bawah
Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyatakan semua wanita yg terjalin hubungan dengan krn pernikahan mk halal utk dinikahi oleh seorang laki2 kecuali empat golongan sebagaimana dirinci di atas.
Adapun pertanyaan yg akhir tentang istri anak tiri mk jelas dapat dipahami dari ayat di atas ia bukanlah mahram bagi ayah tiri suami krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ
“Diharamkan pula bagi kalian menikahi istri-istri anak kandung kalian.”
Jadi yg diharamkan adl istri anak kandung dan bukan istri anak tiri sehingga bila anak tiri tersebut bercerai dgn istri dibolehkan bagi ayah tiri utk menikahi wanita tersebut. Demikian jawaban terakhir ini kami nukilkan dari fatwa Asy-Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullah.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Sumber: www.asysyariah.com