Fitnah Antara Dua Insan

penulis Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Sakinah Mengayuh Biduk 27 - Mei - 2003 16:15:16

Ujian yg paling besar bagi laki2 adl wanita. Demikian Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah mengingatkan dlm sebuah haditsnya. Karena itu Islam memberi rambu-rambu yg sangat ketat dlm mengatur hubungan dua lawan jenis ini. Tujuan tentu utk memuliakan kedua belah pihak laki2 dan wanita.

Allah Subhanahu wa Ta`ala menciptakan dua jenis manusia Adam dan Hawa yg secara fitrah kedua saling tertarik satu dgn lainnya. Si pria tertarik cenderung dan senang dgn wanita. Sebalik wanita juga punya ketertarikan kecenderungan dan kesenangan terhadap pria. Bapak manusia Nabi Adam `alaihis salam merasa kesepian tatkala Allah Subhanahu wa Ta`ala belum menciptakan Hawa sebagai pendamping hidupnya. Yang demikian ini juga menimpa anak cucu Adam. Ketika usia dan kebutuhan telah menuntut mereka saling membutuhkan teman hidup dari lawan jenis dan ini fitrah manusia.

Karena kuat daya tarik pria dan wanita agama yg samhah - agama yg mudah dan tdk memberikan beban yg berat bagi pemeluk - ini menetapkan aturan-aturan agar kedua terjaga dan tdk melanggar batasan Ilahi. Bila aturan itu tdk diindahkan mk yg terjadi adl fitnah. Fitnah ini bisa menimpa pihak pria bisa pula menimpa pihak wanita atau bahkan kedua-duanya. Yang dimaksud dgn fitnah di sini adl sesuatu yg membawa kepada ujian bala dan adzab.

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda tentang fitnah wanita:
“œTidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg lbh berbahaya bagi laki2 daripada fitnah wanita.”

“œSesungguh dunia itu manis dan hijau dan sesungguh Allah menjadikan kalian berketurunan di atas lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. mk berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita krn awal fitnah yg menimpa Bani Israil dari wanitanya.”

Shahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bernama Abdullah bin Mas”˜ud radhiallahu `anhu berkata: “œAda seorang laki2 mencium seorang wanita yg bukan mahramnya. Dengan penuh sesal laki2 itu mendatangi Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mengadukan maksiat yg telah diperbuatnya. mk turunlah ayat Allah:
“œDirikanlah shalat pada dua ujung siang dan akhir dari waktu malam. Sesungguh kebaikan itu akan menghapuskan kejelekan. Yang demikian itu adl peringatan bagi orang2 yg mau berdzikir .”

Laki-laki tadi berkata kepada Rasulullah: “œApakah ayat ini untukku?” Rasulullah menjawab: “œAyat ini bagi orang yg berbuat demikian dari kalangan umatku.”

Karena terfitnah dgn wanita seorang laki2 ingin berzina; dan krn fitnah wanita seorang laki2 melakukan perbuatan yg mengantar kepada zina padahal Allah Subhanahu wa Ta`ala telah memperingatkan:
“œJanganlah kalian mendekati perbuatan zina. Sesungguh zina itu merupakan perbuatan keji dan sejelek-jelek jalan.”

Karena begitu besar fitnah antara lawan jenis ini Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah memberikan bimbingan kepada umat agar mereka terjaga hingga tdk terjatuh kepada fitnah tersebut. Di antara bimbingan tersebut adalah:

Firman Allah dlm Surat An-Nuur:30-31 yg artinya: “œKatakanlah kepada orang2 mukmin: “œHendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mata mereka dan hendaklah mereka menjaga kemaluan-kemaluan mereka. Yang demikian itu lbh suci bagi mereka. Sesungguh Allah akan mengabarkan apa yg mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: “œHendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mata mereka dan hendaklah mereka menjaga kemaluan-kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yg biasa tampak dari . Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung-kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka atau ayah-ayah mereka atau ayah-ayah suami mereka atau di hadapan putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau di hadapan saudara laki2 mereka atau putra-putra saudara laki2 mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau di hadapan wanita-wanita mereka atau budak yg mereka miliki atau laki2 yg tdk punya syhwt (**) terhadap wanita atau anak laki2 yg masih kecil yg belum mengerti aurat wanita. Dan jangan pula mereka menghentakkan kaki-kaki mereka ketika berjalan di hadapan laki2 yg bukan mahram agar diketahui perhiasan yg mereka sembunyikan dan hendaklah kalian semua bertaubat kepada Allah wahai kaum mukminin semoga kalian beruntung.”

“œWahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta wanita-wanita kaum mukminin hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lbh pantas bagi mereka utk dikenali hingga mereka tdk diganggu. Dan adl Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.”

“œApabila kalian meminta sesuatu kepada para istri Nabi mk mintalah dari balik tabir. Yang demikian itu lbh suci bagi hati-hati kalian dan hati-hati mereka.”

Rasulullah mengajarkan kepada para shahabat beliau utk memberikan hak pada jalan bila mereka terpaksa duduk-duduk di pinggir utk berbincang. Beliau bersabda:
“œ kalian menundukkan pandangan menahan gangguan menjawab salam dan amar ma”™ruf nahi munkar.”

Beliau menuntunkan kepada para wanita:
“œApabila salah seorang wanita dari kalian hadir di masjid utk shalat Isya mk ia tdk boleh menggunakan wangi-wangian pada malam itu.”

“œWanita mana saja yg memakai wangi-wangian kemudian ia melewati sekelompok laki2 agar mereka dapat mencium wangi mk wanita itu pezina.”

Beliau mengajarkan kepada para laki-laki:

“œHati-hati kalian dari masuk menemui para wanita yg bukan mahram!” Lalu ada seseorang dari kalangan Anshar bertanya: “œWahai Rasulullah apa pendapatmu dgn ipar?” Beliau menjawab: “œIpar itu maut.”

“œJangan sekali-kali seorang laki2 berdua-duaan dgn seorang wanita kecuali wanita itu didampingi oleh mahramnya.” mk berdiri seorang laki2 utk berta kepada beliau: “œWahai Rasulullah istriku keluar utk melaksanakan ibadah haji sementara aku telah tercatat utk ikut dlm peperangan ini dan itu.” Beliau berkata: “œKembalilah engkau temui istrimu dan berhajilah bersamanya.”

“œDitusuk kepala salah seorang dari kalian dgn jarum besi itu lbh baik bagi daripada menyentuh wanita yg tdk halal baginya.”

Aisyah mengabarkan tentang keberadaan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yg selalu menjauh dari hal-hal yg dapat mengantarkan kepada fitnah:
“œDemi Allah tangan beliau tdk pernah sama sekali menyentuh tangan seorang wanita yg bukan mahram ketika beliau membaiat mereka. Tidaklah beliau membaiat mereka kecuali dgn ucapan: “œSungguh aku telah membaiatmu dlm perkara itu.”

Ummu Salamah salah seorang Ummahatul Mu”™minin berkata: “œApabila Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah salam dari shalat berdirilah para wanita segera setelah selesai salam beliau sementara beliau tetap tinggal sebentar di tempat sebelum akhir beliau berdiri.”
Rawi hadits ini berkata: “œKami memandang wallahu a`lam beliau melakukan hal tersebut agar para wanita yg ikut shalat berjamaah dapat kembali pulang ke rumah mereka tanpa sempat berpapasan dgn laki-laki.”

Pernah suatu ketika Rasulullah secara tdk sengaja melihat seorang wanita mk beliau segera mendatangi istri Zainabx utk mengajak jima”˜. Setelah selesai menunaikan hajat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam keluar menemui para shahabat beliau lalu beliau berkata:
“œSesungguh wanita itu menghadap dlm bentuk setan dan membelakangi dlm bentuk setan. mk apabila seseorang dari kalian melihat seorang wanita hendaklah ia “˜mendatangi”™ istri krn dgn begitu dapat menolak apa yg ada di hatinya.”

Allah Subhanahu wa Ta`ala dgn rahmat-Nya menetapkan ada pernikahan juga dlm rangka menjaga timbul fitnah. Rasul-Nya yg mulia bersabda memberi tuntunan kepada para pemuda :
“œWahai sekalian pemuda siapa di antara kalian yg telah memiliki kemampuan hendaklah dia menikah krn dgn nikah itu dapat lbh menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan adapun yg belum mampu mk hendaklah dia puasa krn puasa itu merupakan tameng dari syhwt (**) “.

Dalam naungan rumah tangga seorang suami dan seorang istri diharapkan dapat saling menjaga kehormatan masing-masing. Suami dapat menjaga istri dan sebalik istri dapat menjaga suaminya. Dan masing-masing mencukupkan diri dgn pasangan hidup yg sah tdk berpaling kepada apa yg tdk halal baginya.

Ketahuilah fitnah lawan jenis pada akhir dapat mengantarkan kepada zina padahal Allah telah mengharamkan perbuatan keji ini. Dan yg perlu diketahui zina itu tdk hanya sekedar apa yg diperbuat oleh kemaluan krn Rasulullah bersabda:
“œSesungguh Allah telah menetapkan atas anak Adam bagian dari zina. Dia pasti akan mendapati hal itu. mk zina mata dgn melihat zina lidah dgn berbicara sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan. Dan nanti kemaluanlah yg membenarkan itu seluruh atau mendustakannya.”

Kita katakan dlm perkara ini “œmenjaga diri lbh baik daripada mengobati”. Sebelum jatuh sakit krn penyakit yg ditimbulkan oleh fitnah kemudian nanti sulit utk diobati lbh baik menghindarkan diri dari fitnah tersebut dan tdk dekat-dekat dengannya. Semoga Allah menjaga diri kita Amin!

Wallahu a”˜lam bish shawwab.

Sumber: www.asysyariah.com