Syaikh Abdullah ibn Jurullah al Jurullah RahimahullahMuqoddimahSegala Puji Bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb semesta alam. Aku bersaksi tiada yg berhak diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adl hamba dan utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan shalawat kepada beliau keluarganya sahabatnya dan orang yang mengikuti sunnah-sunnah beliau serta orang yg mendapatkan hidayah dgn bimbingan beliau hingga hari akhir.Setelah itu merupakan suatu kewajiban bagi muslimin utk mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menta’ati beliau dgn melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta membenarkan berita yg dibawa beliau. Itu semua bisa menunjukkan realisasi Syahadat Laa ilaha ila Allah dan Muhammad Rasulullah. Dengan itu dia bisa mendapatkan pahala dan selamat dari hukuman Allah Subhanahu wa Ta’ala.Tanda dan bukti hal itu adl dgn terus komitmen melaksanakan simbol-simbol Islam dalam bentuk perintah larangan penerangan ucapan keyakinan maupun amalan. Dan hendaklah dia mengatakan : “sami’na wa atha’na ”.Diantara hal itu adl membiarkan jenggot dan memendekkan pakaian sebatas kedua mata kaki yg dilakukan krn ta’at kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya serta mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan takut pada hukumanNya.Kalau kita mau memeperhatikan kebanyakan orang ? semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hidayah kepada mereka dan membimbing mereka kepada kebenaran ? akan didapati mereka melakukan perbuatan Isbal pada pakaian dan bahkan sampai terseret di atas tanah. Itu adl perbuatan yg mengandung bahaya besar karena menentang perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan itu adl sikap menantang pelakunya akan mendapat ancaman keras.Isbal dianggap salah satu dosa besar yg diancam dgn ancaman yg keras. Beranjak dari kewajiban utk saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa saling nasehat menasehati dengan kebenaran menginginkan agar saudara-saudaraku kaum muslimin mendapat kebaikan dan krn takut kalau mereka tertimpa hukuman yg buruk akibat mayoritas orang melakukan maksiat.Saya kumpulkan risalah ini berkaitan dgn tema Isbal dan berisi anjuran utk memendekkan pakaian hingga diatas kedua mata kaki bagi pria serta berisi ancaman bagi yg melakukan Isbal dan memanjangkan melewati mata kaki.Larangan utk melakukan Isbal adl larangan yg bersifat umumapakah krn sombong atau tidak. Itu sama saja dgn keumuman nash. Tapi bila dilakukan krn sombong maka hal itu lbh keras lagi kadar keharamannya dan lbh besar dosanya .Isbal adl suatu lambang kesombongan dan orang yg memiiki rasa sombong dalam hatinya walaupun seberat biji dzarrah tidak akan masuk surga sebagaimana yg diterangkan dalam hadist yg diriwayatkan oleh Imam Muslim.Maka wajib bagi seorang muslim utk menyerah dan tunduk dan mendengar dan taat kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah sebelum kematian datang menunjunginya bila samapai demikian ia akan menemukan ancaman yg dulu telah disampaikan kepadanya.

Ketika itu dia menyesal dan tidak ada manfaat penyesalan di waktu itu.Wajib baginya utk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari maksiat isbal dan maksiat lainnya. Hendaklah ia memendekkan pakaiannya di atas kedua mata kaki dan menyesali apa yg telah dia lakukan selama hidupnya.Dan hendaklah ia bertekad dgn sungguh-sungguh utk tidak mengulangi maksiat-maksiat di sisa umurnya yg singkat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menerima taubat bagi orang yang mau bertaubat. Seorang yg bertaubat dari suatu dosa seperti orang yg tidak memiliki dosa.Risalah ini diambil dari ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sabda Rasulullah serta ucapan para peneliti dari kalangan Ulama. Saya mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar ia memberi manfaat risalah ini kepada penulisnya atau pencetaknya atau pembacanya atau pendengarnya.

Dan saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar ia menjadikan amalan ini ikhlas untuk mengharap waahnya yg mulia dan menjadi sebab utk mencari kebahagian sorga yg ni’mat.Dan saya berharap agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hidayah kepada Muslim yg masih melakukan Isbal pada pakaian mereka unuk melaksanakan sunnah Nabi mereka Muhammad Ibn Abdullah yaitu dgn memendekkannya. Dan saya berharap agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka sebagai orang orang yg membimbing lagi mendapatkan hidayah. Semoga salawat dan salam tercurah pada Nabi kita Muhammad keluarganya dan sahabatnya dan segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb Semesta alam.LARANGAN MELAKUKAN ISBAL PADA PAKAIANSegala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yg telah memberikan ni’mat kepada para hambanya berupa pakaian yg menutup aurat-aurat mereka dan memperindah bentuk mereka.Dan ia telah menganjurkan utk memakai pakaian takwa dan mengabarkan bahwa itu adl sebaik-baiknya pakaian.Saya bersaksi tidak ada yg diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala yg maha Esa. Tiada sekutu baginya miliknya segenap kekuasan di langit dan di bumi dan kepadanya kembali segenap makhluk di hari Akhir. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu ialah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tidak ada satupun kebaikan kecuali telah diajarkan beliau kepada ummatnya. Dan tidak ada suatu kejahatan kecuali telah diperingatkan beliau kepada ummatnya agar jangan mlakukannya. Semuga Shalawat serta Salam tercurah kepada beliau keluarganya dan para sahabatnya dan orang yg berjalan di atas manhaj Beliau dan berpegang kepda sunnah beliau. Wahai kaum muslimin bertakwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman : Wahai anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian utk menutupi aurat kalian dan pakaian indah itu perhiasan.

Dan pakaian taqwa itulah yg paling baik. Yang demikian itu adl sebagian dari tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala mudah mudahan mereka selalu ingat. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ni’mat kepada para hambaNya berupa pakaian dan keindahan. Dan pakaian yg dimaksudkan oleh ayat ini ialah pakaian yg menutupi aurat. Dan ar riisy yg dimaksud ayat ini adl memperindah secara dlohir. maka pakaian adl suatu kebutukan yg penting sedangkan ar riisy adl kebutuhan pelengkap.Imam Ahmad meriwatkan dalam musnadnya beliau berkata :Abu Umamah pernah memakai pakaian baru ketika pakaian itu lusuh ia berkata : “Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yg telah memberikan pakai ini kepadaku guna menutupi auratku dan memperindah diriku dalam kehidupanku” kemudian ia berkata : aku mendengar Umar Ibn Khattab berkata : Rasulullah bersabda : Siapa yg mendapatkan pakaian baru kemudian memakainya. Dan kemudian telah lusuh ia berkata segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yg telah memberikan pakaian ini kepadaku guna menutupi auratku dan memperindah diriku dalam kehidupanku dan mengambil pakaian yg lusuh dan menyedekahkannya dia berada dalam pengawasan dan lindungan dan hijab Allah Subhanahu wa Ta’ala hidup dan matinya.” {HR Ahmad Tirmidzi dan Ibn Majah. Dan Turmudzi berkata hadis ini gharib }Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan pakaian tubuh yg digunakan utk menutup aurat membalut tubuh dan memperindah bentuk Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan bahwa ada pakaian yg lbh bagus dan lbh banyak faedahnya yaitu pakaian taqwa. Yang pakaian taqwa itu ialah menghiasi diri dgn berbagai keutamaan-keutamaan.Dan membersihkan dari berbagai kotoran. Dan pakaian taqwa adl tujuan yg dimaukan. Dan siapa yg tidak memakai pakaian taqwa tidak manfaat pakaian yg melekat di tubuhnya.Bila seseorang tidak memakai pakaian taqwa berarti ia tak mengenakan busana walaupun ia berpakaianMaksudnya :Pakaian yg disebut tadi adl agar kalian agar mengingat ni’mat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menyukurinya. Dan hendaknya kalian ingat bagaimana kalian butuh kepada pakaian dhahir dan bagaimana kalian butuh kepada pakaian batin. Dan kalian tahu faedah pakaian batin yg tidak lain adl pakaian taqwa.Wahai para hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala sesungguhnya pakaian adl salah satu ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para hambanya yg wajib disyukuri dan dipuji. Dan pakaian itu memiliki beberapa hukum syariat yg wajib diketahui dan diterapkan. Para pria memiliki pakaian khusus dalam segi jenis dan bentuk.Wanita juga memiliki pakaian khusus dalam segi jenis dan bentuk. Tidak boleh salah satunya memakai pakaian yg lain. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melaknat laki-laki yg meniru wanita dan wanita yg meniru laki laki.Dan Nabi juga bersabda : Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita yg memakai pakaian laki-laki dan laki-laki yg memakai pakaian wanita. { HR Ahmad Abu Daud Nasa’I Ibnu Majah dan Ibnu Hiban dan beliau mensahihkannya serta Al Hakim beliau berkata : Hadits ini shahih menurut syarat Muslim}.Haram bagi pria utk melakukan Isbal pada sarung pakian dan celana. Dan ini termasuk dari dosa besar.Isbal adl menurunkan pakaian di bawah mata kaki. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman : Dan janganlah engkau berjalan diats muka bumi ini dgn sombong karna sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak suka kepada tiap orang yg sombong lagi angkuh. Dari Umar Radiyallahu ‘anhu ia berkata : Rasullulah SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM bersabda : Siapa yg menyeret pakaiannya krn sombong Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya di hari kiamat. .Dan dari Ibnu umar juga Nabi bersabda : Isbal berlaku bagi sarung gamis dan sorban. Barang siapa yg menurunkan pakaiannya karena sombong tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat. { Hr Abu Daud Nasa’i dan Ibnu Majah. Dan hadits ini adl hadits yg sahih }.Dari Abu Hurairah dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat orang yg menyeret sarungnya krn sombong . Dalam riwayat Imam Ahmad dan Bukhari dgn bunyi :“Apa saja yg berada di bawah mata kaki berupa sarung maka tempatnya di Neraka. Rasullullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda : Ada tiga golongan yg tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat.

Tidak dilihat dan dibesihkan serta akan mendapatkan azab yg pedih yaitu seseorang yg melakukan isbal pengungkit pemberian dan orang yg menjual barang dagangannya dgn sumpah palsu. {Hr Muslim Abu Daud Turmudzi Nasa’i dan Ibnu Majah}Wahai para hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan kita mengetahi ancaman keras bagi pelaku Isbal kita lihat sebagian kaum muslimin tidak mengacuhkan masalah ini. Dia membiarkan pakaiannya atau celananya turun melewati kedua mata kaki. Bahkan kadang- kadang sampai menyapu tanah. Ini adl merupakan kemungkaran yg jelas. Dan ini merupakan keharaman yg menjijikan. Dan merupakan salah satu dosa yg besar. Maka wajib bagi orang yg melakukan hal itu utk segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga segera menaikkan pakaiannya kepada sifat yg disyari’atkan.Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sarung seorang mukmin sebatas pertengahan kedua betisnya. Tidak mengapa ia menurunkan dibawah itu selama tidak menutupi kedua mata kaki. Dan yg berada dibawah mata kaki tempatnya di neraka. Ada juga pihak yg selain pelaku Isbal yaitu orang-orang yg menaikan pakaian mereka di atas kedua lututnya sehingga tampak paha-paha mereka dan sebagainya sebagaimana yg dilakukan klub-klub olahraga di lapangan-lapangan ?. Dan ini juga dilakukan oleh sebagian karyawan.Kedua paha adl aurat yg wajib ditutupi dan haram dibuka. Dari ‘Ali Radiyallahu ‘anhu ia berkata : Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Jangan engkau singkap kedua pahamu dan jangan melihat paha orang yg masih hidup dan juga yg telah mati. {HR Abu Daud Ibnu Majah dan Al Hakim. Al Arnauth berkata dalam Jami’il Ushul 5/451 : sanadnya hasan }Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan manfaat kepadaku dan anda sekalian melalui hidayah kitab-Nya. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk orang- orang yg mendengarkan ucapan yg benar kejadian mengikutinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala Ta’ala berfirman : Apa yg diberikan Rasul kepada kalian maka terimalah dia. Dan apa yg dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat keras hukuman-Nya HUKUM MENURUNKAN PAKAIAN BAGI PRIARasulullah bersabda : Apa yg ada di bawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka Dan beliau berkata lagi ; Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat orang yg menyeret sarungnya krn sombong .dan dalam sebuah riwayat yg berbunyi : Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat di hari kiamat kepada orang-orang yg menyeret pakaiannya krn sombong. dan beliau juga bersabda : Ada 3 golongan yg tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat tidak dilihat dan tidak disucikan serta mendapatkan azab yg sangat pedih yaitu pelaku Isbal pengungkit pemberian dan orang yg menjual barang dagangannya dgn sumpah palsu. .Musbil adl seseorang yg menurunkan sarung atau celananya kemudian melewati kedua mata kakinya. Dan Al mannan yg tersebut pada hadist di atas adl orang yang mengungkit apa yg telah ia berikan. Dan orang yg menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu adl seseorang yg dgn sumpah palsu ia mempromosikan dagangannya. Dia bersumpah bahwa barang yg ia beli itu dgn harga sekian atau dinamai dengan ini atau dia menjual dgn harga sekian padahal sebenarnya ia berdusta. Dia bertujuan untuk melariskan dagangannya.Dalam sebuah hadist yg berbunyi : Ketika seseorang berjalan dgn memakai prhiasan yg membuat dirinya bangga dan bersikap angkuh dalam langkahnya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melipatnya dgn bumi kemudian dia terbenam di dalamya hingga hari kiamat. Rasulullah bersabda : Isbal berlaku pada sarung gamis sorban. Siapa yg menurunkan sedikit saja krn sombong tidak akan dilihat Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat. {HR Abu Dawud dgn sanad Shohih}.Hadist ini bersifat umum. Mencakup pakaian celana dan yg lainnya yg yg masih tergolong pakaian. Rasulallah Shallallahu ‘alaihi wassalam mengabarkan dgn sabdanya ; Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima shalat seseorang yg melakukan Isbal. {HR. Abu Dawud dgn sanad yg shahih. Imam Nawawi mengatakan di dalam Riyadlush Sholihin dgn tahqiq Al Anauth hal: 358}Melalui hadist-hadist Nabi yg mulia tadi menyatakan bahwa menurunkan pakaian di bawah kedua mata kaki dianggap sebagai suatu perkara yg haram dan salah satu dosa besar yg mendapatkan ancaman keras berupa neraka. Memendekkan pakaian hingga setengah betis lbh bersih dan lbh suci dari kotoran kotoran . Dan itu juga merupakan sifat yg lbh bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala .Oleh krn itu wajib bagimu… wahai saudaraku muslimin… utk memendekkan pakaianmu diatas kedua mata kaki krn taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengharapkan pahala-Nya dgn mentaati Rasullullah .Dan juga kamu melakukannya krn takut akan hukuman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengharapkan pahala-Nya. Agar engkau menjadi panutan yg baik bagi orang lain. Maka segeralah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn melakkukan taubat nasuha dgn terus melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Dan hendaknya engkau telah menyesal atas apa yg kau perbuat.Hendaknya engkau sungguh-sungguh tidak utk tidak megulangi perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dimasa mendatang krn Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima taubat orang yg mau bertaubat kepada-Nya krn ia maha Penerima Taubat lagi maha Penyayang. Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala terimalah taubat kami sungguhnya engkau maha Penerima Taubat lagi maha Penyayang. Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala berilah kami dan semua saudara saudara kami kaum muslimin bimbingan utk menuju apa yg engkau ridloi krn sesungguh-Nya engkau maha Kuasa terhadap segala sesuatu. Dan semoga shalawat serta salam tercurahkan kepada Muhammad keluarganya dan sahabatnya. BEBERAPA FATWA TENTANG HUKUMNYA MEMANJANGKAN PAKAIAN KARENA SOMBONG DAN TIDAK SOMBONGPertanyaan :Apakah hukumnya memanjangkan pakaian jika dilakukan krn sombong atau krn tidak sombong. Dan apa hukum jika seseorang terpaksa melakukakannya apakah krn paksaan keluarga atau krn dia kecil atau krn udah menjadi kebiasaan ?Jawab :Hukumnya haram sebagaimana sabda Nabi : Apa yg di bawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di Neraka {HR.Bukhari dalam sahihnya }Imam Muslim meriwayatkan dalam shahih Abu Dzar ia berkata: Rasulullah bersabda: Ada 3 golongan yg tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari Kiamat tidak dilihat dan tidak disucikan serta mendapatkan azab yg sangat pedih yaitu pelaku Isbal pengungkit pemberian dan orang yg menjual barang dagangannya dgn sumpah palsu. .Kedua hadist ini semakna dgn mencakup musbil yg sombong atau krn sebab lain.

Karena Rasulullah mengucapkan dgn bentuk umum tanpa mengkhususkan . Kalau ia melakukan krn sombong maka dosa yg ia lakukan akan lbh besar lagi dan ancamannya lebih keras Rasulullah bersabda : Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat orang yg menyeret sarungnya krn sombong . Tidak boleh menganggap bahwa larangan melakukan Isbal itu hanya krn sombong saja karena rasullullah tidak memberikan pengecualian hal itu dalam kedua hadist yg telah kita sebutkan tadi sebagaiman juga beliau tidak memberikan pengecualian dalam hadist yg lain Rasul bersabda : Jauhilah olehmu Isbal krn ia termasuk perbuaan yg sombong {HR Abu Daud Turmudzi dgn sanad yg shahih}.Beliau menjadikan semua perbuatan Isbal termasuk kesombongan krn secara umum perbuatan itu tidak dilakukan kecuali memang demikian. Siapa yg melakukannya tanpa diiringi rasa sombong maka perbuatannya bisa menjadi perantara menuju kesana. Dan perantara dihukumi sama dgn tujuan . dan semua perbuatan itu adl perbuatan berlebihan lebihan dan mengancam terkena najis dan kotoran.Oleh krn itu Umar Ibn Khatab melihat seorang pemuda berjalan dalam keadaan pakaiannya menyeret di tanah ia berkata kepadanya : Angkatlah pakaianmu krn hal itu adl sikap yang lbh taqwa kepada Rabbmu dan lbh suci bagi pakaianmu { Riwayat Bukhari lihat juga dalam al Muntaqo min Akhbaril Musthafa 2/451 }Adapun Ucapan Nabi kepada Abu Bakar As Shiddiq ketika ia berkata : Wahai Rasulullah sarungku sering melorot kecuali aku benar-benar menjaganya. Maka beliau bersabda : Engkau tidak termasuk golongan yg melakukan itu karena sombong. .Yang dimaksudkan oleh oleh Rasulullah bahwa orang yg benar-benar menjaga pakaiannya bila melorot kemudian menaikkannya kembali tidak termasuk golongan orang yg menyeret pakaiannya krn sombong. Karena dia tidak melakukan Isbal.

Tapi pakaian itu melorot kemudian dinaikkannya kembali dan menjaganya benar-benar. Tidak diragukan lagi ini adl perbuatan yg dimaafkan.Adapun orang yg menurunkannya dgn sengaja apakah dalam bentuk celana atau sarung atau gamis maka ini termasuk dalam golongan orang yg mendapat ancaman bukan yg mendapatkan kemaafan ketika pakaiaannya turun. Karena hadits-hadits shahih yg melarang melakukan Isbal besifat umum dari segi teks makna dan maksud.Maka wajib bagi tiap muslim utk berhati-hati terhadap Isbal. Dan hendaknya dia takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika melakukannya. Dan janganlah dia menurunkan pakaiannya di bawah mata kaki dgn mengamalkan hadits-hadits yg shahih ini. Dan hendaknya juga itu dilakukan krn takut kepada kemurkaan Alllah dan hukuman-Nya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adl sebaik-baik pemberi taufiq. {Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ibn Abdullah Ibn Bazz dinukil dari Majalah Ad Da’wah hal 218}.TIDAK BOLEH MELAKUKAN ISBAL SAMA SEKALIPertanyaan:Bila seeorang melakukan Isbal pada pakaiannya tanpa diiringi rasa sombong dan angkuh apakah itu juga diharamkan baginya? Dan apaakah hukum Isbal itu juga berlaku pada lengan pakaian?Jawab:Isbal tidak boleh dilakukan secara mutlak berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam : Apa yg berada di bawah mata kaki berupa sarung maka itu tempatnya di neraka.

Dan juga krn sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yg diriwayatkan dari Jabir Ibn Sulaim: Jauhilah Isbal olehmu krn itu tergolong kesombongan. {HR Abu Daud dan Turmudzi dgn sanad yg shahih}Dan juga krn sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yg tsabit dari beliau: Ada tiga golongan yg tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat tidak dilihat dan tidak disucikan dari dosa serta mereka akan mendapat aazab yg sangat pedih yaitu pelaku Isbal pengungkit pemberian dan orang yg menjual barang dagangannya dgn sumpah palsu. Tidak ada beda apakah dia melakukan krn sombang atau tidak. Itu berdasarkan keumuman banyak hadits. Dan juga krn secara keumuman itu dilakukan krn sombong dan angkuh walau dia tidak bermaksud demikian. Perbuataannya adaalah perantara menuju kesombongan dan keangkuhan.Dan dalam perbuatan itu juga ada mengandung unsur meniru wanita dan mempermudah pakaian dikenai kotoran dan najis. Serta perbuatan itu juga menunjukkan sikap berlebih-lebihan. Siapa yang melakukannya krn sombong maka dosanya lbh besar. Berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam : Siapa yg menyeret pakaiannya krn sombong Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat. Adapun sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Bakar Ash Shiddiq Radliyallah’anhu ketika dia mengatakan kepada beliau bahwaa sarungnya sering melorot kecuali kalau dia benar- benar menjaganya: Sesungguhnya engkau tidak termasuk orang yg melakukannya krn sombong. {HR Bukhari dan Muslim}Ini adl bantahan bagi orang yg melakukannya tapi berdalil dgn apa yg dilakukan Abu Bakar Ash Shiddiq. Bila dia memang benar-benar menjaganya dan tidak sengaja membiarkannya itu tidak mengapa.Adapun lengan baju maka sunnahnya tidak melewati pergelangan?Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adl sebaik-baik pemberi taufiq.HUKUM MEMANJANGKAN CELANAPertanyaan:Sebagian orang ada yg memendekkan pakaiannya di atas kedua mata kaki tapi celananya tetap panjang. Apa hukum hal itu?Jawab:Isbal adl perbuatan haram dan mungkar sama saja apakah hal itu terjadi pada gamis atau sarung. Dan Isbal adl yg melewati kedua mata kaki berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam Apa yg di bawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka. Dan beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: Ada tiga golongan yg tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat tidak dilihat dan tidak disucikan dari dosa serta mereka akan mendapat aazab yg sangat pedih yaitu pelaku Isbal pengungkit pemberian dan orang yg menjual barang dagangannya dgn sumpah palsu. {HR Muslim dalam shahihnya}Beliau juga bersabda kepaada sebagian para sahabatnya: Jauhilah Isbal olehmu krn itu termasuk kesombongan. Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Isbal termasuk salah satu dosa besar walau pelakunya mengira bahwa dia tidak bermaksud sombong ketika melakukannya berdasarkan keumumannya. Adapun orang yg melakukannya krn sombong maka dosanya lbh besar berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam : Siapa yg menyeret pakaiannya krn sombong Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya di hari kiamat. Karena perbuatan itu menggabung antara Isbal dan kesombongan. Kita mengharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberi keampunan. Adapun ucapan Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakr ketika dia berkata kepada Beliau: Wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sarungku sering turun kecuali kalau aku benar- benar menjaganya. Maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: Engkau tidak termasuk orang yg melakukan hal itu krn sombong. Hadits ini tidak menunjukkan bahwa Isbal boleh dilakukan bagi orang yg tidak krn sombong. Tapi hadits ini menujukkan bahwa orang yg sarungnya atau celananya melorot tanpa maksud sombong kemudian dia benar-benar menjaganya dan membetulkannya tidak berdosa.

Adapun menurunkan celana di bawah kedua mata kaki yg dilakukan sebagian orang adl perbuatan yg dilarang. Dan yg sesusai dgn sunnah adl hendaknya gamis atau yg sejenisnya ujungnya berada antara setengah betis sampai mata kaki dgn mengamalkan semua hadits-hadits tadi. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adl sebaik-baik pemberi taufiq {Dari sumber yg sama hal. 221}.Pertanyaan :Apakah menurunkan pakaian melewati kedua matakaki bila dilakukan tanpa sombong didanggap suatu yg haram atau tidak ?Jawab :Menurunkan pakaian di bawah kedua mata kaki bagi pria adl perkara yg haram. Apakah itu karena sombong atau tidak. Akan tetapi jika dia melakukannya krn sombong maka dosanya lebih besar dan keras berdasarkan hadist yg tsabi dari Abu Dzar dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah bersabda : Ada tiga golongan yg tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat tidak dibersihkan dari dosa serta mereka akan mendapatkan azab yg pedih. Abu Dzarr berkata : Alangkah rugi dan bangkrutnya mereka ya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam ! Beliau berkata: {Mereka adl pelaku Isbal pengungkit pemberian dan orang yg menjual barangnya dgn sumpah palsu Hadis ini adl hadist yg mutlak akan tetapi dirinci dgn hadist Ibnu umar dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam beliau bersada : Siapa yg menyeret pakaiannya krn sombong tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat. Kemutlakan pada hadist Abu Dzar dirinci oleh hadist Ibnu Umar jika dia melakukan krn sombong Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya membersihkannya dan dia akan mendapatkan azab sangat pedih. Hukuman ini lbh berat dari pada hukuman bagi orang yg tidak menurunkan pakaian tanpa sombong. Karena Nabi berkata tentang kelompok ini dengan: Apa yg berada dibawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka {HR Bukhari dan Ahmad}Ketika kedua hukuman ini berbeda tidak bisa membawa makna yg mutlak kepada pengecualian krn kaidah yg membolehkan utk megecualikan yg mutlak adl dengan syarat bila kedua nash sama dari segi hukum.Adapun bila hukum berbeda maka tidak bisa salah satunya dikecualaikan dgn yg lain. Oleh karena ini ayat tayammum yg berbunyi : Maka sapulah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian dgn tanah itu. .Tidak bisa kita kecualikan dgn ayat wudlu yg berbunyi : Maka basuhlah wajah wajah kalian dan tangan tangan kalian sampai siku. .Maka kita tidak boleh melakukan tayammum sampai kesiku. Itu diriwayatkan oleh Malik dan yg lainnya dari dari Abu Said Al Khudri bahwa Nabi bersabda : Sarung seseorang mukmin sampai setengah betisnya. Dan apa yg berada dibawah mata kaki maka tempatnya di neraka. Dan siapa yg menyeret pakaiannya krn sombong maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya. Disini Nabi menyebutkan dua contoh dalam hukum kedua hal itu krn memang hukum keduanya berbeda. Keduanya berbeda dalam perbuatan maka juga berbeda dalam hukum.

Dengan ini jelas kekeliruan dan yg mengecualikan sabda Rasulullah ; Apa yg dibawah mata kaki tempatnya dineraka. Dengan sabda beliau : Siapa yg menyeret pakaiannya krn sombong tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memang ada sebagian orang yg bila ditegur perbuatan Isbal yg dilakukannya dia berkata: Saya tidak melakuakan hal ini krn sombong .Maka kita katakan kepada orang ini : Isbal ada dua jenis yaitu jenis hukumnnya ; adl bila seseorang melakukannya krn sombong maka dia tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendapatkan siksa yg sangat pedih. berbeda dgn orang yg melakukan Isbal tidak krn sombong. orang ini akan mendapatkan adzab tetapi ia masih di ajak bicara dilihat dan dibersihkan dosanya. Demikian kita katakan kepadanya. {diambil dari As’ilah Muhimmah Syaikh Muhammad Ibn Soleh Utsaimin}{Dinukil dari kitab Tadzkiirusy Syabaab bimaa Jaa’a Fii Isbalits Tsiyab Edisi Indonesia “Hukum Isbal” diterjemahkan oleh Al Ustadz Ali Ishmah al Maidani - Penerbit Adz Dzahabi Medan}
sumber : file chm Darus Salaf 2