Pemilu utk memilih Perdana Menteri Israel telah digelar. Pemilu yg berlangsung tanggal 28 Januari ini akhirnya dimenangkan oleh partai berhaluan keras partai Likud pimpinan Ariel Sharon. Kemenangan ini tentunya merupakan tamparan keras bagi perdamaian di Timur Tengah. Berbagai masalah akan berubah dari buruk menjadi lbh buruk proses perdamaian kembali terhenti situasi akan semakin memburuk di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan aksi kekerasan militer Israel akan meningkat. Kemenangan Sharon sebenarnya telah diprediksi jauh-jauh hari. Hal ini krn masyarakat Israel sebagaimana dikutip dari jajak pendapat yg dilakukan oleh harian Israel Yedioth Ahronoth 48 % mendukung tindakan keras terhadap rakyat Palestina. Masyarakat Israel memang tengah berubah haluan. Jika sebelumnya mereka bersikap moderat dan mendukung jalan perundingan damai bersama Palestina maka kini berubah bersikap keras dan menolak jalan perundingan damai bersama Palestina. Maka ketika partai Likud mengusung ide bahwa mereka akan bertindak represif terhadap pejuang-pejuang Palestina dan memindahkan warga Palestina yg ada di jalur Gaza dan Tepi Barat ke Yordania mereka dgn serta merta mendukungnya. Kemenangan ini tentunya menimbulkan prediksi buruk bagi bangsa Palestina. Kebengisan Sharon dalam menjalankan pemerintahannya tentunya masih terbayang lekat di pelupuk mereka. Betapa hingga bulan September 2000 saja rakyat Palestina yg telah kehilangan nyawa sebanyak 2.921 jiwa belum lagi yg terluka dan berada di penjara. Namun kita tetap berharap semoga muslimin Palestina dgn segala izzahnya akan tetap tegar menghadapi Israel. Yang diperlukan mereka adl dukungan dari kita semua. Marilah kita berdoa utk mereka. Wallahu a’lam. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm