Umat Islam Indonesia belakangan ini tengah mengalami ujian berat. Badai fitnah dan makar global utk merusak Islam datang silih berganti. Beberapa bulan silam majalah Times mengatakan bahwa Indonesia adl pusat Alqaeda di Asia Tenggara. Alqaeda ini sebagaimana dikatakan oleh CIA telah berusaha utk membunuh Megawati sebanyak dua kali. Tak lama kemudian harian yg senada The New York Times dalam artikelnya Carefully Taught-to Hate the United States mengatakan bahwa pesantren Hidayatullah yg terletak di Gunung Tembak Balikpapan adl tempat pelatihan militer bagi teroris di Indonesia. Tuduhan yg lain berasal dari ICG dalam sebuah paparannya “How The Jemaah Islamiyah Terrorist Network Operates” mengatakan bahwa ada seorang perwira TNI yg terlibat dgn Jamaah Islamiyah. Berita yg mendiskreditkan ini tentu saja membuat TNI gusar dan mengadakan klarifikasi. Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa hari silam PM Singapura Goh Chok Tong juga mengatakan bahwa ada 100-an kelompok radikal di Indonesia yg berpotensi menggulingkan kekuasaan yg sah. Mereka ini dalam membangun kekuatannnya berada di masjid-masjid. Lalu pada edisi Senin surat kabar The New York Times memberitakan bahwa Pentagon mempertimbangkan utk melakukan propaganda rahasia. Misi ini bertujuan utk mempengaruhi pendapat umum serta pembuat kebijakan di negara-negara ‘netral’ dan negara-negara sahabat AS tentang Islam. Propaganda Amerika Serikat tersebut tulis The New York Times antara lain berupaya mencemarkan dan merusak pengaruh masjid dan sekolah agama yg menjadi tempat perkembangbiakan ‘militansi’ Islam dan anti-Amerika. AS juga merencanakan mendirikan sejumlah sekolah dgn pembiayaan rahasia AS utk mengajarkan posisi Islam ‘moderat’. Tuduhan dan makar di atas semakin menjelaskan kecurigaan kalangan Islam selama ini bahwa ada upaya yg sistematis yg dikomandoi AS dan sekutuya utk merusak dan mencemarkan Islam baik melalui opini yg mereka bangun maupun mempengaruhi negara-negara berpenduduk mayoritas Islam. Ini tentu saja mengingatkan kita tesis Samuel P. Huntington Clash of Civilization. Dalam tesisnya itu Huntington menyatakan bahwa setelah ambruknya komunisme peradaban barat akan berhadapan dgn peradaban Islam dan Konfusionisme. Tesis ini memang banyak mengandung kelemahan namun melihat kebijakan AS terhadap umat Islam setelah serangan terhadap World Trade Center dan Pantagon pada 11 September 2001 berbagai kalangan meyakini bahwa apa yg dilakukan AS itu mengikuti jalur dan obsesi pemikiran Huntington. Tuduhan dan konspirasi seperti di atas tentunya akan terus ada dan berlanjut. Maka yg diperlukan bagi umat Islam adl meningkatkan kewaspadaan dan merapatkan barisan. Wallahu a’lam. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm