Syaikh Abdul `Aziz bin Abdullah bin Bazz Rahimahullah Majmu` {Fatawa wa Maqaalat 7/323-326}Wanita sama seperti pria dalam kewajiban berdakwah kepada Allah dan beramar ma`ruf nahi mungkar.Dalil-dalil dari Al-qur`an dan Sunnah mencakup semuanya kecuali yg dikecualikan oleh dalil. Ucapan para ulama juga jelas dalam hal itu. Diantara dalil dari Al-qur`an tentang hal itu:وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ“Kaum mukminin dan mukminat sebagian mereka adl penolong bagi sebagian lainnya. Mereka menyuruh kepada yg ma`ruf dan mencegah dari yg mungkar.” كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ“ Kalian adl sebaik-baik ummat yg dilahirkan bagi manusia. Kalian menyuruh kepada yg ma`ruf dan mencegah dari yg mungkar serta kalian beriman kepada Allah.” Hendaknya wanita itu berdakwah kepada Allah dgn adab-adab yg sesuai dgn syari`at yang juga dituntut dari para pria. Wanita itu juga harus sabar dan mengharap pahala dari Allah:وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ“ Bersabarlah kalian sesungguhnya Allah bersama orang-orang yg sabar.” Dan juga firman Allah azza wajalla yg menceritakan ucapan Luqman kepada anaknya:“Wahai anakku dirikanlah sholat suruhlah kepada yg ma`ruf laranglah dari yg mungkar dan bersabarlah engkau menghadapi apa yg menimpamu krn itu adl perkara yg diwajibkan Allah.” Kemudian dia juga hendaknya memperhatikan beberapa perkara seperti: dia harus menjadi tauladan dalam menjaga iffah hijab dan amal sholih. Hendaknya dia menjahui tabarruj dan ikhtilath yg itu adalah terlarang hingga dia berdakwah dgn ucapan dan perbuatan dalam meninggalkan apa yang diharamkan Allah atasnya. {Ini jawaban atas soal: Apakah pendapat Anda antara wanita dan dakwah?}Soal berikutnya: Apakah perlu kita sediakan waktu utk wanita agar dia berdakwah kepada Allah?Jawab: Saya tidak dapati ada larangan dalam hal itu. Jika ditemui ada wanita sholihah yg bisa berdakwah maka selayaknya dia dibantu diatur waktunya diminta darinya utk membimbing para wanita sejenisnya krn memang para wanita butuh kepada para pembimbing wanita. Adanya wanita seperti ini di kalangan wanita lainnya kadang lbh bermanfaat dalam menyampaikan dakwah utk mengajak kepada jalan yg benar daripada pria. Kadang wanita- wanita itu malu bertanya kepada da`i yg pria sehingga dia menyembunyikan apa yg seharusnya dia tanyakan. Kadang pula dia terlarang utk mendengarkan dakwah dari pria. Namun jika da`inya wanita dia tidak demikian. Karena dia bisa berdekatan dengannya dan menyampaikan apa yg perlu baginya serta hal itu lbh besar pengaruhnya.Maka wanita yg memiliki ilmu hendaknya menjalankan kewajiban dakwah ini dan membimbing kepada kebaikan semampunya berdasarkan firman Allah:ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ“Ajaklah mereka kepada jalan Rabb-mu dgn hikmah dan nasehat yg baik serta debatlah mereka dgn cara yg paling baik.” قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي“Katakanlah: Inilah jalanku aku berdakwah kepada Allah berdasarkan bashiroh aku dan orang yg mengikutiku.” “Dan siapakah yg lbh baik ucapannya daripada orang yg berdakwah kepada Allah dan beramal sholih dan dia mengatakan: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yg berserah diri .” Dan juga firman Allah Subhanahuwata`ala:“Maka bertaqwalah kalian semampunya.” Ayat-ayat yg semakna dgn ini cukup banyak. Mencakup pria dan wanita dan hanya Allah lah yg memberikan taufiq._________________________________________________Dikutip dari Buletin Islamiy “Al-Minhaj” Edisi kedua Tahun I hal. 16.Diterbitkan oleh Maktabah Adz Dzahabi Group Kota Medan sumber : file chm Darus Salaf 2