Pengadilan Terbuka Bagi Penghujat Allah dan Rasul-Nya

penulis Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari
Syariah Hadits 21 - Oktober - 2004 10:56:20

Ali radhiallahu ‘anhu berkata:
لَوْ كَانَ الدِّيْنُ بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ
“Seandai yg menjadi tolak ukur di dlm agama ini adl akal pikiran niscaya bagian bawah khuf lbh pantas utk diusap daripada bagian atasnya. Dan sungguh aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas dua khufnya.” Bab Ma Ja’a Fi Dzammi Ra’yi : “Hadits ini shahih.” Para perawi adl perawi kitab Shahih kecuali Abdu Khair namun dia ditsiqahkan oleh Ibnu Ma’in sebagaimana dinukilkan di dlm kitab Tahdzibut Tahdzib}.
Ucapan shahabat yg mulia di atas mengisyaratkan kepada kita tentang kedudukan akal di dlm agama dan bahwa agama ini tidaklah diukur dgn akal pikiran namun kembali kepada nash yaitu apa kata Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa kata Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Namun kita dapati ada sebagian manusia yg sangat mengagungkan akal sehingga mereka memposisikan akal tersebut di atas Al Qur’an dan As-Sunnah. Bila sesuai dgn akal mereka terima dan bila bertentangan dgn akal –menurut mereka– mereka tolak atau simpangkan maknanya.
Islam Memuliakan Akal
Allah menganugerahkan kepada manusia ni’mat berupa akal pikiran yg dengan manusia terangkat kepada tingkatan taklif ilahiyyah . Dengan akal itu pula manusia mengetahui taklif tersebut dan dapat memahaminya.1 Allah bekali pula manusia dgn fithrah yg bersesuaian dgn wahyu yg mulia dan agama yg haq yg dibawa oleh para rasul Allah alaihimush shalatu wassalam yg Allah syariatkan dan Allah jadikan sebagai jalan hidup bagi manusia tersebut yg mana wahyu dan agama yg haq ini tersampaikan lewat lisan para rasul yg mulia shalawatullahi wa salamuhu alaihim ajma‘in.
Dengan demikian Islam tidaklah menelantarkan akal dan tdk pula mengangkat lbh dari porsi namun akal ditempatkan pada tempat dan digunakan dgn semestinya.
Al Qur’an yg mulia telah banyak memberikan dorongan kepada kita utk mempergunakan akal pikiran. Kita diperintahkan utk memikirkan Al Qur’an hingga sampai pada keyakinan tentang kebenaran sebagaimana kita diperintah utk memikirkan ciptaan Allah utk menambah keyakinan kita kepada-Nya.

“Maka apakah mereka tdk memperhatikan Al Qur’an ? Kalau sekira Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah niscaya mereka akan mendapatkan pertentangan yg banyak di dalamnya.”
“Dan mengapa mereka tdk memikirkan tentang diri mereka ? Allah tdk menjadikan langit dan bumi dan apa yg ada di antara kedua melainkan dgn tujuan yg benar dan waktu yg ditentukan…”
Allah membuat banyak permisalan dlm Al Qur’an agar kita memikirkan seperti ketika Dia menceritakan tentang permisalan kehidupan dunia:

“Permisalan kehidupan dunia itu hanyalah seperti air yg Kami turunkan dari langit lalu bercampurlah dengan tumbuh-tumbuhan bumi dari apa yg dimakan oleh manusia dan hewan. Hingga ketika bumi itu telah memakai perhiasan dan indah sementara pemilik yakin mereka akan mampu memetik dan meni’mati hasil datanglah perintah Kami pada waktu malam dan siang . Lalu Kami jadikan tanaman itu seperti sudah dituai seakan-akan ia tdk pernah ada di hari kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat Kami bagi orang2 yg mau berpikir.”

Islam Membimbing Akal
Akal memiliki kemampuan yg terbatas sehingga ia tdk dapat mencapai seluruh hakikat yg ada. Bila akal dilepaskan begitu saja tanpa bimbingan niscaya ia bisa keliru dan terjerumus dlm kesesatan. Sebagaimana kemaksiatan pertama yg dilakukan oleh makhluk terhadap Rabb ketika Iblis diperintah utk sujud kepada Adam ‘alaihissalam sebagai tanda penghormatan kepada Adam Iblis enggan krn ia merasa lbh mulia dan lbh tinggi daripada Adam. Ia diciptakan dari api sementara Adam dari tanah. Menurut akal Iblis api itu lbh mulia daripada tanah.

“Aku lbh baik daripada Engkau ciptakan aku dari api sementara dia Engkau ciptakan dari tanah liat.”
Dengan begitu akal perlu dibimbing oleh wahyu dan harus tunduk dgn wahyu krn wahyu itu dari firman Allah dan perkataan-Nya yg suci sementara akal adl makhluk yg diciptakan oleh Allah. Karena akal itu terbatas syariat menetapkan ia tdk boleh berdalam-dalam membahas perkara yg tdk mungkin dijangkau seperti di antara memikirkan Dzat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hakikat-Nya krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَ لاَ يُحِيْطُوْنَ بِهِ عِلْمًا
“Ilmu mereka tdk dapat meliputi Allah.”
Selain itu juga wahyu dan akal yg sehat tidaklah saling bertentangan. Wahyu sebagai dasar pijakan timbangan dan pengoreksi akal ketika ia menyimpang dari kebenaran. Dengan begitu akal harus menganggap baik apa yg dianggap baik oleh syariat dan mengganggap jelek apa yg dianggap jelek oleh syariat. Akal seperti inilah yg dikatakan akal sehat.

Agama Bukan dari Akal Pikiran
Al-Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata: “Agama ini datang dari Allah tabaraka wa ta`ala bukan dari akal dan pendapat manusia. Ilmu dari sisi Allah melalui Rasul-Nya mk janganlah engkau mengikuti agama dgn hwa nfsu (**) mu yg menyebabkanmu terpisah dari agama hingga engkau keluar darinya. Tidak ada dalil bagimu utk menolak syariat dgn akal atau hwa nfsu (**) krn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan agama ini kepada para shahabat. Para shahabat adl Al-Jama’ah dan As-Sawadul A’zham. As-Sawadul A’zham adl kebenaran dan orang yg berpegang dengannya.”

Yang Berbicara Agama dgn Akal adl Penghujat Allah dan Rasul-Nya
Para perusak agama dari kalangan aqlaniyyun menempatkan akal di atas Al Qur’an dan As Sunnah. Nama kelompok mereka bisa berbeda-beda namun sama dlm sikap memposisikan akal mereka. Satu dari sekian kelompok tersebut yg sekarang ini para da’i sedang berteriak-teriak memasarkan kesesatan di negeri ini adl kelompok yg diistilahkan Jaringan Islam liberal 2 ataupun yg sejenis pemikirannya. orang2 dlm jaringan ini berbicara tentang agama seenak perut mereka dan menurut akal-akalan mereka tdk dilandasi dgn Al Qur’an tdk pula dgn Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg shahih dan tdk pula dgn bimbingan para ulama pendahulu kita yg shalih.
Padahal posisi keilmuan mereka terhadap agama ini sangat memprihatinkan. Bahkan kebanyakan mereka adl orang2 bodoh namun tdk tahu bahwa diri bodoh. Walaupun ada di antara mereka yg bergelar profesor doktor dan gelar kesarjanaan lain namun mereka tdk paham sama sekali terhadap agama Allah ini. Sekilas kami membaca apa yg mereka tulis dlm buku-buku mereka dan juga dlm situs mereka di internet. Sungguh kita tdk mendapatkan dalil. Mungkin ada penyebutan dalil namun tdk pada tempat atau apa yg dibawakan itu lemah dari sisi ilmu riwayah wa dirayah.
Ini menunjukkan bahwa mereka tdk bisa membedakan mana yg haq dan mana yg batil. Terlebih lagi dlm ilmu hadits ilmu yg mulia ini mereka tdk paham sama sekali sehingga biasa kita dapati mereka menolak hadits dgn perkataan yg membuat tertawa orang awam terlebih lagi orang yg alim seperti ketika mereka menolak hadits-hadits tentang jilbab dinyatakan hadits-hadits ahad .
Mereka membantah Al Qur’an dgn akal mereka atau dgn ucapan orang non muslim. Begitu pula terhadap hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mereka menghinakan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Demikian kenyataan yg ada pada kelompok sesat antek-antek Yahudi ini. Jangankan orang rendahan mereka orang yg ditokohkan di kalangan mereka sebagai da’i mereka seperti Ulil Abshar Abdalla kenyataan sesungguh adl orang yg bodoh. Jangankan terhadap syariat dlm masalah bahasa Arab pun terlihat kedunguannya. Satu contoh ketika ia ditantang utk mubahalah dlm satu seminar di Bandung ia mengelak dgn beralasan bahwa mubahalah itu berarti mengajak goblok krn mubahalah itu dari kata bahlul .
Lihatlah kebodohan orang ini. Tidakkah kau tahu Rasulullah pernah diperintah oleh Allah utk menantang mubahalah kepada ahlul kitab apakah mungkin dikatakan Allah menyuruh Nabi-Nya berlaku goblok?!

“Maka siapa yg mendebatmu dlm perkara ini setelah datang kepadamu ilmu mk katakanlah: “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian istri-istri kami dan istri-istri kalian diri kami dan diri kalian kemudian marilah kita bermubahalah dan kita mohon kepada Allah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang2 yg dusta.”
Bila dlm bahasa saja orang semacam ini ketahuan bodoh lalu apatah lagi dlm masalah syariat. Orang sebodoh ini berniat menyusun kitab tafsir Al Qur’an mk tentu kita akan berta kepada dgn ilmu apa dia akan menulis tafsir? Adakah pengetahuan dia dlm masalah ini ataukah ia kembali pada hwa nfsu (**) dan pada ucapan najis orang2 kafir/orientalis yg punya hasad kepada Islam dan muslimin?

Catatan Hitam Penghujat Allah dan Rasul-Nya
Catatan-catatan yg dibawakan di sini tidaklah secara keseluruhan mengingat keterbatasan halaman yg ada sehingga hanya kita bawakan beberapa di antara beserta bantahan singkat terhadap mereka:
- Mereka menganggap hukum Islam itu zalim sehingga bila diterapkan syariat Islam yg pertama jadi korban adl kaum wanita . Padahal justru hukum di luar Islamlah yg zalim sementara hukum Allah adl seadil-adil dan sebaik-baik hukum. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Apakah hukum jahiliyyah yg mereka kehendaki padahal hukum siapakah yg lbh baik daripada hukum Allah bagi orang2 yg yakin?”
- Mereka menggugat kebenaran Islam krn kata mereka kebenaran agama itu relatif . Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memilih agama Islam ini sebagai agama yg Dia ridhai:
وَ رَضِيْتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيْنًا
“Dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.”
Adakah seorang yg beriman akan meyakini bahwa Allah meridhai Islam yg belum tentu kebenarannya? Na’udzubillah min dzalik.
- Mereka menyamakan semua agama. Jelas hal ini menyelisihi firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ ألإِسْلاَمُ
“Sesungguh agama di sisi Allah adl Islam.”

“Siapa yg mencari agama selain Islam mk tdk akan diterima agama itu dari dan dia di akhirat termasuk orang2 yg merugi.”
- Mereka mengajak melihat kebenaran pada agama lain tanpa menganggap hanya Islam agama yg benar . Sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan dgn gamblang kekafiran orang2 Nasrani dan kalangan non muslim lainnya:

“Sesungguh telah kafirlah orang2 yg berkata: ‘Sesungguh Allah adl Al-Masih putera Maryam’ padahal Al-Masih sendiri bekata: ‘Wahai Bani Israil sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.’ Sesungguh orang yg mempersekutukan Allah dgn sesuatu mk pasti Allah mengharamkan jannah bagi dan tempat adl an-naar tidaklah ada bagi orang2 zalim itu seorang penolongpun. Sesungguh kafirlah orang2 yg mengatakan: ‘Bahwasa Allah salah satu dari yg tiga’ padahal sekali-kali tdk ada sesembahan yg berhak disembah kecuali sesembahan yg satu . Jika mereka tdk berhenti dari apa yg mereka katakan itu pasti orang2 kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yg pedih.”
- Nurcholis Majid membatasi musyrikin dgn para penyembah berhala Arab sementara paganis India China dan Jepang dimasukkan sebagai ahli kitab krn dianggap memiliki kitab suci yg inti tauhid sehingga agama yg tdk diterima disisi Allah hanyalah agama penyembah berhala Arab. . Ketahuilah musyrikin itu adl semua orang yg menyekutukan Allah dlm peribadatan sehingga paganis India China dan Jepang ataupun selain dari kalangan Yahudi dan Nasrani semua itu musyrikin.
- Lontaran yg dilemparkan oleh Ulil Abshar Abdalla juga tdk kalah sesatnya. dlm harian Kompas terbitan Senin 18-10-2002 ia menulis artikel Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam yg isi ia membagi syariat Islam menjadi ibadah dan muamalah. Yang ibadah utk diikuti sedang yg muamalah seperti berjilbab pernikahan jual beli hukum qishash dsb tdk usah diikuti. Ia menyatakan Islam adl nilai generis yg bisa ada di Kristen Hindu Budha Konghucu Yahudi Taoisme dan bisa jadi kebenaran Islam ada dlm filsafat Marxisme. Ia juga menghina dan mengolok-olok Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dgn menyatakan bahwa Rasulullah adl tokoh historis yg harus dikaji dgn kritis . . Memang orang bodoh ini tdk memahami firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan jika engkau tanyakan kepada mereka tentang apa yg mereka lakukan itu tentulah mereka akan menjawab: ‘Sesungguh kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dgn Allah ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian berolok-olok?’ Tidak perlu kalian minta udzur krn kalian telah kafir setelah kalian beriman.”
- Si Ulil ini pula dgn lancang menganggap halal apa yg diharamkan oleh Allah I seperti pernyataan bahwa vodka bisa dihalalkan di Rusia krn daerah sangat dingin. Padahal dlm kasus yg sama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dita oleh Dailam Al-Himyari tentang minuman memabukkan yg diminum utk mengatasi hawa dingin di daerah yg sangat dingin mk beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Bahkan mereka yg tdk mau berhenti meminum diperintahkan utk dibunuh .
- Sama pula nyeleneh- ucapan Prof. Dr. Said Aqiel Siradj yg menyatakan agama Yahudi Kristen dan Islam semua membawa misi tauhid.
- Demikian pula ucapan DR. Jalaluddin Rakhmat bahwa kafir itu bukanlah label aqidah dan keyakinan namun merupakan label moral .
• Mereka memberikan loyalitas kepada orang2 kafir dgn mencintai dan mengagumi pemikiran mereka sehingga orang2 ini bangga bisa menimba ilmu di negeri Barat . Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Wahai orang2 yg beriman janganlah kalian mengambil orang2 Yahudi dan Nasrani sebagai kekasih/ teman dekat kalian krn sebagian mereka adl kekasih bagi yg lainnya. Siapa di antara kalian yg loyal terhadap mereka mk sungguh ia termasuk golongan mereka. Sesungguh Allah tdk memberi petunjuk kepada orang2 yg zalim.”
Catatan-catatan hitam yg ada ini tdk jauh dari apa yg dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah ketika memberikan gambaran tentang kaum munafiqin:
“Mereka itu telah berpaling dari Al Qur’an dan As-Sunnah dgn mengolok-olok dan merendahkan orang yg berpegang dgn keduanya. Mereka menolak utk terikat dgn hukum dua wahyu tersebut krn merasa bangga dgn apa yg ada di sisi mereka dari ilmu yg sebenar tidaklah bermanfaat banyak ilmu tersebut bagi diri mereka kecuali hanya menambah kejelekan dan kesombongan. mk engkau lihat mereka selama-lama berpegang teguh utk mengolok-olok wahyu yg pasti.
الله يستهزئ بهم و يمدهم في طغيانهم يعمهون
“Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang ambing dlm kesesatan mereka yg melampaui batas.” (Shifatul Munafiqin hal. 7)

Hukuman bagi Penghujat Allah dan Rasul-Nya
Dengan sebagian catatan hitam yg telah dituliskan mk wajib bagi penguasa kaum muslimin memberikan hukuman yg keras bagi pengikut hwa nfsu (**) ini dlm rangka menunaikan nasehat terhadap agama Allah. Kalau perlu ditangkap mk ditangkap. Atau dipenjara dipukul diasingkan ataupun dipenggal leher dan hendak jangan diberikan keringanan sebagai peringatan akan bahaya perbuatan hwa nfsu (**) yg mengkaburkan agama Allah.
Al-Imam Al-Ajurri rahimahullah dlm kitab Asy-Syari’ah bab Hukuman yg diberikan Al-Imam dan Penguasa kepada penghujat Allah dan Rasul-Nya mengatakan: “Sepantas bagi pemimpin kaum muslimin dan para gubernur di tiap negeri bila telah sampai pada kabar yg pasti tentang pendapat/madzhab seseorang dari pengikut hwa nfsu (**) yg menampakkan pendapat/madzhab tersebut agar menghukum orang tersebut dgn hukuman yg keras. Siapa di antara pengekor hwa nfsu (**) itu yg pantas utk dibunuh mk dibunuh. Siapa yg pantas utk dipukul dipenjara dan diperingatkan mk dilakukan hal tersebut padanya. Siapa yg pantas utk diusir mk diusir dan manusia diperingatkan darinya.”
Bila ada yg bertanya: “Apa argumen perkataanmu itu?”
Maka dijawab dgn jawaban yg tdk akan ditolak oleh para ulama yg Allah memberikan manfaat dgn ilmunya. Lihatlah bagaimana ‘Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu mencambuk Shabigh At-Tamimi4 dan beliau menulis surat pada para pegawai beliau agar mereka memerintahkan Shabigh berdiri di hadapan manusia hingga Shabigh ini mengumumkan kejelekan dirinya.
‘Umar juga menetapkan larangan kepada manusia utk memberi sesuatu pada Shabigh dan manusia diperintah pula utk memboikot . Demikianlah keadaan Shabigh seterus ia hina di tengah-tengah manusia.
Lihat pula Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Di Kufah ia membunuh sekelompok orang yg mengaku-aku bahwa Ali adl tuhan mereka. Ali menggali parit utk mereka lalu membakar mereka dgn api.
Begitu pula ‘Umar ibnu Abdil ‘Aziz menulis surat kepada ‘Adi ibnu Arthah berkenaan dgn kelompok Qadariyyah5: “Engkau minta mereka utk bertaubat dari pemahaman sesat mereka. Bila mereka mau mk diterima taubat bila tdk mk penggallah leher mereka.”
Adapun Hisyam bin Abdil Malik telah memenggal leher Ghailan6 dan menyalib setelah ia memotong tangan Ghailan.
Demikian pula yg terus menerus berlangsung para penguasa setelah mereka pada tiap zaman berbuat demikian terhadap pengekor hwa nfsu (**) . Bila telah pasti hal itu di sisi mereka mereka pun memberikan hukuman pada si pengekor hwa nfsu (**) tersebut dgn hukuman yg sesuai dgn apa yg mereka pandang sementara para ulama tdk mengingkari perbuatan penguasa tersebut. 7

Penutup
Terlalu banyak yg bisa kita tuliskan dan paparkan utk membongkar kesesatan kelompok akal-akalan seperti JIL ini. Sebagaimana yg kami sebutkan di atas sampah kesesatan yg mereka muntahkan kepada umat tdk dibangun di atas dalil sedikitpun. Semoga tulisan ini membuka mata hati masyarakat kita utk mewaspadai kelompok-kelompok sesat yg ada agar mereka mencari jalan keselamatan dgn kembali kepada agama Allah I dan berpegang teguh dgn Sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.

1 Berbeda hal dgn hewan yg tdk diberikan akal oleh Allah mk hewan tdk dibebani dgn perintah-perintah dan larangan-larangan syariat.

2 Namun nama yg sepantas buat mereka adl Jaringan Sesat Pengkaburan dan Pembinasa Islam yg disokong dan dikoordinasi oleh kuffar Yahudi.

4 Shabigh ini suka mempertanyakan ayat-ayat yg mutasyabihah.
5 Qadariyyah adl kelompok yg sesat dlm memahami taqdir Allah. Mereka mengatakan bahwa af‘alul ‘ibaad terjadi semata-mata krn iradah dan qudrah makhluk tdk ada di dlm pengaruh iradah dan qudrah Allah.
Sehingga hamba berbuat sekehendak mereka dgn iradah dan qudrah mereka dan bukan krn Allah yg menghendaki mereka utk berbuat.
6 Ghailan ini berbicara tentang taqdir dgn pemahaman yg sesat.
7 Inilah yg menimpa tiap pengekor hwa nfsu (**) . Bila mereka yg memikul kesalahan sedemikian rupa harus menanggung hukuman-hukuman yg sedemikian berat mk bagaimana kira orang yg keluar dari mulut ucapan-ucapan kufur penghinaan dan pengolok-olokan terhadap Allah dan Rasul-Nya serta agama-Nya.

Sumber: www.asysyariah.com