Secercah Harapan dlm Sepenggal Pesan

penulis Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Sakinah Permata Hati 15 - April - 2005 15:52:34

Anak berbeda dgn orang dewasa. Daya pikir dan imajinasi yg masih sederhana terkadang menimbulkan kesulitan bagi orang tua utk mengajarkan nilai-nilai kebaikan yg sifat abstrak. Di antara bagaimana mengajari anak utk senang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kejelekan. Namun sesulit apapun di sana akan selalu ada jalan. Berikut ini bimbingan Islam dlm mengajari anak beramar ma’ruf nahi munkar.

Anak-anak tumbuh dan berkembang. tdk bisa tdk mereka pasti akan berhadapan dgn lingkungannya: lingkungan keluarga lingkungan belajar dan lingkungan masyarakat yg lbh luas. tdk selama yg tampak dlm lingkungan adl kebaikan. Entah suatu saat suatu kesalahan atau keburukan mungkin akan terjadi di hadapan mereka. Terlebih lagi bagi orang yg memiliki mata hati kini tampak banyak kerusakan yg tersebar.
Tentu takkan ada yg berharap anak mereka turut jatuh dlm kerusakan itu. Bahkan mesti tiap ayah dan ibu berharap anak mereka terjauh dari semua itu. Lebih dari itu mesti tiap ayah dan ibu berharap agar buah hati mereka mampu mengubah keburukan menjadi kebaikan sesuai kemampuan yg ada pada mereka.
Inilah pula yg diharapkan oleh Luqman ketika dia berpesan kepada anaknya:

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Dan perintahkanlah manusia utk melakukan kebaikan dan cegahlah mereka dari perbuatan mungkar”
Demikianlah Luqman Al-Hakim mengajarkan kepada anak utk memerintahkan manusia melakukan kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran sejauh kemampuan dan kesungguhannya. . Demikian pula yg semesti diajarkan kepada anak-anak.
Begitu pun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar tdk berdiam diri ketika melihat kemungkaran terjadi sebagaimana perintah ini disampaikan oleh shahabat yg mulia Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِساَنِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْماَنِ

“Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendak dia mengubah dgn tangannya. Apabila dia tdk mampu mk dgn lisannya. Apabila dia tdk mampu hendak dia ingkari dgn hati dan ini selemah-lemah iman.”
Semesti orang tua mengajarkan kepada anak-anak hal-hal yg berkenaan dgn amar ma’ruf nahi mungkar. Juga diajarkan apakah amar ma’ruf nahi mungkar yg dilakukan itu akan menggiring pada kemungkaran yg lbh besar daripada kemungkaran yg didapati tersebut ataukah tidak. Apabila ternyata akan terjadi kemungkaran yg lbh besar mk semesti amar ma’ruf nahi mungkar itu ditunda penunaian hingga suatu saat ketika kebaikan akan terwujud tanpa ada madharat ataupun madharat yg ada lbh ringan.
Memerintahkan manusia pada kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran akan senantiasa mendapatkan gangguan. Untuk itu anak-anak didorong utk bersabar dlm menghadapi segala ujian dan hal-hal yg memberatkan jiwa yg didapati ketika menunaikan kewajiban ini sebagaimana dorongan Luqman. Dia menasihatkan kepada anaknya:

وَاصْبِرْ عَلَى ماَ أَصاَبَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ اْلأُمُوْرِ

“Dan bersabarlah terhadap apa yg menimpamu. Sesungguh hal itu termasuk perkara yg dikokohkan dan harus diperhatikan.”
Ini pula pengajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disampaikan oleh Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma:

الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخاَلِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الَّذِي لاَ يُخاَلِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Seorang mukmin yg bergaul dgn manusia dan bersabar atas gangguan mereka lbh baik daripada orang yg tdk mau bergaul dgn manusia dan tdk bersabar atas gangguan mereka.”
Dalam ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tergambar keutamaan seseorang yg bergaul dgn manusia disertai menyuruh mereka utk berbuat kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran serta bermuamalah dgn baik terhadap mereka. Orang seperti ini lbh mulia daripada orang yg mengasingkan diri dari manusia dan tdk mau bersabar dlm pergaulan dgn mereka.
Anak-anak diajarkan pula utk berlemah lembut di kala memerintahkan orang lain pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Hal ini sebagaimana dikatakan “Hendaklah perintahmu pada kebaikan dilakukan dgn kebaikan dan laranganmu dari kemungkaran bukan dgn kemungkaran.”
Demikian selayak yg dilakukan seseorang yg menunaikan amar ma’ruf nahi mungkar krn akan lbh mudah mencapai tujuan. Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menasihatkan “Siapa yg menasihati saudara secara sembunyi-sembunyi berarti dia telah menasihati dan menghiasinya. Dan siapa yg menasihati secara terang-terangan berarti dia telah membuka aib dan menjelek-jelekkannya.”
Tentu saja seseorang harus mengetahui hal-hal yg ma’ruf agar dia dapat menyuruh manusia melakukan dan harus pula mengetahui kemungkaran agar dia dapat mencegah mereka dari . Hal ini ditempuh dgn mempelajari dan memahami agama. Barulah ia menegakkan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar ini.
Oleh krn itu sudah semesti orang tua mendorong anak-anak mereka utk mempelajari dan memahami agama. Karena mempelajari dan memahami agama itu sendiri merupakan tanda di mana seseorang akan meraih kebahagiaan dan ini pun menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki kebaikan pada dirinya. Demikian dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan disampaikan oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhuma ketika berkhutbah di atas mimbar:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

“Barangsiapa yg Allah kehendaki kebaikan pada Allah akan memahamkan terhadap agama.”
Hendak orang tua membimbing anak-anak utk mengikuti halaqah-halaqah ilmu dan memberikan semangat agar mereka bersungguh-sungguh menempuh jalan utk menuntut ilmu tanpa rasa bosan dan letih krn jalan ini akan menyampaikan mereka pada ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yg berujung kepada jannah-Nya yg kekal abadi.
Benarlah janji Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disampaikan oleh shahabat yg mulia Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan utk mencari ilmu Allah akan mudahkan bagi jalan menuju surga.”
Siapa kira yg tdk mendambakan kebaikan dan keberuntungan bagi anak-anak mereka sebagaimana dikabarkan oleh Rabb semesta alam:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan hendaklah di antara kalian ada suatu kaum yg menyeru pada kebaikan memerintahkan pada yg ma’ruf dan mencegah mereka dari yg mungkar. Mereka itulah orang2 yg beruntung.”
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Sumber: www.asysyariah.com