Islam memperkenankan kepada tiap Muslim bahkan menyuruh supaya geraknya baik elok dipandang dan hidupnya teratur dgn rapi utk meni’mati perhiasan dan pakaian yg telah diciptakan oleh Allah swt. Adapaun tujuan pakaian dalam pandanagan Islam ada dua macam; yaitu guna menutup aurat dan berhias. Ini adl merupakan pemberian Allah kepada umat manusia seluruhnya dimana Allah telah menyediakan pakaian dan perhiasan kiranya mereka mau mengaturnya sendiri. Maka berfirmanlah Allah swt yg artinya “Hai anak cucu Adam ! sungguh kami telah menurrunkan utk kamu kamu pakain yg dapat meutupi aurat-auratmu dan utk perhiasan.” Barang siapa yg mengabaikan salah satu dari dua perkara diatas yaitu berpakaian utk menutup aurat atau berhias maka sebenarnya orang tersebut telah menyimpang dari ajaran Islam dan mengikuti jejak syaitan. Inilah rahasia dua seruan yg di canangkan Allah kepada umat manusia sesedah Allah mengumandangkan seruan-Nya yg terdahulu itu daiman dalam dua seruan-Nya itu Allah melrang keras kepada mereka tak mengenakan busana dan tidak malu berhias yg justeru keduanya itu hany mengikuti jejak syaitan belaka. Untuk itulah Allah berfirman “Hai anak cucu Adam ! jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan sebagaimana mereka telah dapat mengelurkan kedua orang tuamu dari syorga mereka dapat menaggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” “Hai anak cucu Adam ! pakailah perhiasanmu di tiap-tiap masjid dan makanlah dan minumlah tetapi jangan berlebih-lebihan .” Islam mewajibkan keapda tiap Muslim supaya menutup aurat dimana tiap manusia yg berbudaya sesuai dgn fitrahnya kan malu kalau auratnya itu terbuka. Sehingga dgn demikian akan berbedalah manusia dari binatang yg tak mengenakan busana. Seruan Islam utk menutup aurat ini berlaku bagi tiap manusia kendati dia seorang diri terpencil dari masyarakat sehingga kesopanannya itu merupakan kesopanan yg dijiwai oleh agama dan moral yg tinggi. Bahaz Bin Hakim dari ayahnya dari datuknya menceritakan kata datuknya itu “Ya Rasulullah ! Aurat kamu utk apa harus kami pakai dan apa yg harus kami tinggalkan? Jawab Nabi Jagalah auratmu itu kecuali terhadap istrimu atau hamba sahayamu. Aku bertanya lagi Ya Rasulullah ! bagaiman kalau suatu kaum itu bergaul satu sama lain? Jawab Nabi Kalau kamu dapat supaya tidak seorangpun yg melihatnya maka janganlah dia melihat. Aku bertanya lagi bagaimana kalau kami sendirian? Jawab kami Allah tabaraka wa Ta’ala lbh berhak malu kepada-Nya.”

Islam Agama Bersih dan Cantik Sebelum Islam mencenderung kepada masalah perhiasan dan gerak yg baik terlebih dahulu Islam mengerahkan kecenderungannya yg lbh besar kepada masalah kebersihan adl merupakan dasar pokok bagi tiap perhiasan yg baik dan pemandangan yg elok. Dalam salah satu hadisnya Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut “Menjadi bersihlah kamu krn sesungguhnya Islam itu bersih.” Dan Sabdanya pula “Kebersiahan itu dapat mengajak oarang kepada iman. Sedang iman itu akan bersama pemiliknya ke Syorga.” Rasulullah s.a.w. sangat menekankan tentang masalah kebersihan pakaian badan rumah dan jalan-jalan. Dan lbh serius lagi yaitu tentang kebersihan gigi tangan dan kepala. Ini bukan suatu hal yg mengherankan krn Islam telah meletakkan suci sebagai kunci bagi para peribadatannya yg tertinggi yaitu shalat. Oleh krn itu tidak akan diterima sembahyangnya seorang muslim sehingga badannya bersih pakaiannya bersih dan tempat yg dipakai pun dalam keadaan bersih. Ini belum termasuk kebersihan yg diwajibkan terhadap seluruh badan atau pada anggota badan. Kebersihan yg wajib ini dalam Islam dilakukan dgn mandi dan wudhu’. Kalau miliu bangsa Arab itu dikelilingi oleh suasana pedesaan padang pasir dimana orang-orangnya atau kebanyakan mereka itu telah merekat dgn meremehkan urusan kebersihan dan berhias maka Nabi muhammad s.a.w. waktu itu memberikan beberapa bimbingan yg cukup dapat membangkitkan serta nasihat-nasihat yg jitu sehingga mereka naik dari sifat-sifat primitif menjadi bangsa yg modern dan dari bangsa yg sangat kotor menjadi bangsa yg cukup necis. Pernah ada seoarang laki-laki datang kepada Nabi rambut dan jenggotnya morat-marit tidak terurus kemudian Nabi mengisyaratkan seolah memerintah supaya rambutnya itu diperbaiki maka orang tersebut kemudian memperbaikinya dan setelah itu dia kembali lagi menghadap Nabi.Maka kata Nabi “Bukankah ini lbh baik dariapada dia datang sedang rambut kepalanya morat-marit seperti syaitan?” Dan pernah juga Nabi melihat seorang laki-laki kepalanya kotor sekali.Maka sabda Nabi “Apakah orang ini tidak mendapatkan sesuatu yg dgn itu dia dapat meluruskan rambutnya?” Pernah juga Nabi melihat seorang yg pakainnya kotor sekali maka apa kata Nabi “Apakah orang ini tidak dapat mendapatkan sesuatu yg dapat dipakai mencuci pakainnya?” Dan pernah ada seorang laki-laki datang kepad Nabi pakainnya sangat menjijikan maka tanya Nabi kepadanya “Apakah kamu mempunyai Uang? Orang tersebut menjawab Ya! Saya punya Nabi bertanya lagi Dari mana uang itu? Orang itupun kemudian menjawab dari tiap harta yg Allah berikan kepadaku. Maka kata Nabi Kalau Allah memberimu harta maka sungguh Dia menyaksikan bekas ni’mat-Nya yg diberikan kepadamu dan bekas kedermawaan-Nya itu.” Maslah kebersihan ini lbh ditekankan lagi pada hari-hari berkumpul mislnya Pada hari Jum’at dan hari raya. Dalam hal ini Nabi pun pernah bersabda “Seyognyalah salah seorang diantara kamu jika ada rezeki memakai dua pakaian utk hari Jum’at selain pakaian kerja.”

Emas dan Sutera Haram utk Orang Laki-laki Kalau Islam telah memberikan perkenan bahkan menyerukan kepada ummatnya supaya berhias dan menentang keras kepada siapa yg mengharamkannya Yaitu seperti apa yg dikatakan Allah dalam Al-qur’an yg artinya “Siapakah yg berani mengharamkan perhiasan Allah yg telah dikeluarkan utk hamba-Nya dan begitu juga rezeki-rezeki yg baik .” Maka dibalik itu Islam telah mengharamkan kepada orang laki-laki dua macam perhiasan dimana kedua perhiasan tersebut justru paling manis buat kaum wanita. Dua macam perhiasan itu adalah

    Berhias dgn emas.
    memakai kain sutera asli. Ali bin Abi Talib r.a. berkata “Rasulullah s.a.w. mengambil sutera ia letakkan disebelah kanannya dan ia mengambil emas kemudian diletakkan disebelah kirinya lantas ia berkata Kedua ini haram buat orang laki-laki dari ummatku.” Tetapi Ibnu majjah menambah “Halal buat orang-orang perempuan.” Dan Sayyidina Umar pernah juga berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda jangan kamu memakai sutera krn barang siapa memakai didunia nanti di akhirat tidak lagi memakainya.” Dan tentang maslah pakaian sutera Nabi pun pernah juga bersabda “Sesungguhnya ini adl pakaian orang yg tidak ada sedikitpun bahagian baginya.” Dan tentang masalah emas Nabi pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya kemudian oleh Nabi dicabutnya cincin itu dan dibuang ke tanah. Kemudian beliau bersabda “Salah seorang diantara kamu ini sengaja mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya. Setelah Rasulullah pergi kepada si laki-laki tersebut dikatakan Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah. Maka jawabnya Tidak ! Demi Allah saya tidak mengambil cincin yg telah di buang oleh Rasulullah.” Dan seperti cincin menurut apa yg kami saksikan di antara orang-orang kaya yaitu mereka memakai pena emas jam emas gelang emas kaling rokok emas mulut/gigi emas dan seterusnya. Adapaun memakai cincin perak buat orang laki-laki jelas telah dihalalkan oleh Rasulullah s.a.w. Sebagaimana tersebut dalam hadis riwayat Bukhari bahwa Rasulullah sendiri memakai cincin perak yg kemudian cincin itu pindah ke Abubakar kemudian pindah ke tangan Umar dan terkahir pindah ke tangan Usman sihingga akhirnya jatuh ke sumur Aris . Tentang logam-logam lain seperti besi dan sebagainya tidak ada satupun nas yg mengharamkannya bahkan yg ada adl sebaliknya yaitu Rasulullah pernah menyuruh kepada seorang laki-laki yg hendak kawin dgn sabdanya “Berilah maskawin walaupun denagn satu cincin dari besi.” Dari Hadis inilah maka Imam Bukhari beristidlal halalnya memakai cincin besi. Memakai pakaian sutera dapat diberikan keringanan apabila ada suatu keperluan yg berhubungan dgn masalah kesehatan yaitu sebagaimana pernah Rasulullah mengizinkan Abdur-rahman bin ‘Auf dan az-Zubair bin Awwam utk memakai sutera krn ada luka dibagian badannya.

    Hikmah diharamkannya Emas dan Sutera Terhadap Laki-laki Di haramkannya dua perkara tersebut terhadap laki-laki Islam bermaksud kepada suatu tujuan pendidikan moral yg tinggi; sebab Islam sebagai agama perjuangan dan kekuatan harus selalu melindungi sifat keperwiraan laki-laki dari segala macam bentuk kelemahan kejatuhan dan kemerosotan. Seorang laki-laki yg oleh Allah telah diberi keistiwaan susunan anggotanya yg tidak seperti susunan keanggotaan wanita tidak layak kalau dia meniru wanita-wanita ayu yg melabuhkan pakainnya sampai ketanah dan suka bermegah-megah dgn perhiasan dan pakaian. Dibalik itu ada tujuan sosial. Yakni bahwa diharamkannya emas dan sutera bagi laki-laki adl salah satu bagian dari pada program Islam dalam rangka memberantas hidup bermewah-mewahan. Hidup bermewah-mewahan dalam pandangan Al-qur’an adl sama dgn suatu kemerosotan yg akan menghancurkan sesuatu umat. Hidup bermewah-mewahan adl merupakan manifestasi kejahatan sosial dimana segolongan kecil bermewah-mewahan dgn cincin emas atas biaya golongan banyak yg hidup miskin lagi papa. Sesudah itu dilanjutkan dgn suatu sikap permusuhan terhadap tiap ajakan yg baik dan memperbaiki. Dalam hal ini Al-qur’an telah menyatakan “Dan apabila kami hendak menghancurkan suatu desa maka kami perbanyak orang-orang yg bergelimang dalam kemewahan kemudian mereka itu berbuat fasik didesa tersebut maka akan terbuktilah atas desa tersebut suatu ketetapan kemudian kami hancurkan desa tersebut dgn sehancur-hancurnya.” Dan firman Allah pula “Kami tidak mengutus di suatu desa seorang pun utusan melainkan akan berkatalah orang-orang yg bergelimang dalam kemewahan itu Sesungguhnya kami tidak percaya dgn kerasulanmu itu.” Untuk menerapkan jiwa Alqur’an ini Maka Nabi Muhammad s.a.w. telah mengharamkan seluruh bentuk kemewahan dgn segala macam manifestasinya dalam kehidupan seorang Muslim. Seabagaimana diharamkannya emas dan sutera terhadap laki-laki maka begitu juga diharamkan utk semua laki-laki dan perempuan menggunakan bejana emas dan perak. Sebagaimana akan tersebut nanti. Dan di balik itu semua dapat pula ditinjau dari segi ekonomi bahwa emas adl standart yg international. Oleh krn itu tidak patut kalau bejana atau perhiasan buat orang laki-laki.

    Hikmah dibolehkannya utk Wanita Dikecualikannya kaum wanita dari hukum ini adl utk memenuhi perasaan sesuai dgn tuntutan sifat kewanitaannya dan kecenderungan fitrahnya kepada suka berhias; tetapi dgn syarat tidak boleh berhias yg dapat menarik kaum pria dan membangkitkan syhwt (**) . Untuk itu maka dalam hadis Nabi di terangkan “Siapa saja perempuan yg memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya maka perempuan tersebut dianggap berzina; dan tiap-tiap mata ada zinanya.” Dan firman Allah yg mengatakan “Dan janganlah perempuan-perempuan itu memukul-mukulkan kakinya ditanah supaya diketahui apa yg mereka sembunyikan dari perhiasannya.”

    Pakaian Wanita Islam Islam mengharamkan perempuan memakai pakaian yg membentuk dan tipis sehingga nampak kulitnya. Termasuk diantaranya ialah pakaian yg dapat mempertajam bagian-bagian tubuh khususya tempat-tempat yg membawa fitnah seperti tetek paha dan sebagainya. Dalam hadisnya yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda “Ada dua golongna dari ahli neraka yg belum pernah saya lihat keduanya itu Kaum yg membawa cambuk seperti ekor sapi yg mereka pakai buat memukul orang ; Perempuan-perempuan yg berpakaian tetapi tak mengenakan busana yg cenderung kepada perbuatan maksiat rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan bisa masuk shorga dan tidak akan mencium bau shorga padahal bau shorga itu terciun sejauh perjalanan demikian dan demikian.” Mereka dikatakan berpakaian krn memang mereka itu melilitnya pakaian pada tubuhnya tetapi pada hakikatnya pakaiannya itu tidak berfungsi menutup aurat karena itu mereka dikatakan tak mengenakan busana krn pakainnya terlalu tipis sehingga dapat memperlihatkan kuli tubuh seperti kebanyakan pakaian perempuan sekarang ini. Bukhtun adl salah satu macam daripada unta yg mempunyai kelasa besar; rambut orang-orang perempuan seperti punuk unta tersebut krn rambutnya ditrik keatas. Dibalik keghaiban ini Rasulullah seolah-olah melihat apa yg terjadi di zaman sekarang ini yg kini di wujudkan dalam bentuk penataan rambut dgn berbagai macam mode dalam salon-salon khusus yg biasa disebut salon kecantikan dimana banyak sekali laki-laki yg bekerja pada pekerjaan tersebut dgn upah yg sangat tinggi. Tidak cukup sampai disitu saja banyak pula permpuan yg merasa kurang puas dgn rambut asli pemberian Allah s.w.t. Untuk itu mereka belinya rambut palsu yg disambung dgn rambutnya yg asli supaya tampak lbh menyenangkan dan lbh cantik sehingga dgn demiakian dia akan menjadi permepuan yg menarik dan memikat hati. Satu hal yg sangat mengherankan justeru persoalan ini sering di kaitkan penjajahan politik dan kejatuha moral dan ini dapat di buktikan oleh suatu kenyataan yg terjadi dimana para penjajah politik itu dalam usahanya utk menguasai rakyat sering menggunakan sesuatu yg dapat membangkitkan syhwt (**) dan utk dapat mengalihkan pandangan manusia dgn di berinya kesenangan yg kiranya dgn kesenangannya itu manusia tidak mau lagi memperhatikan persoalannya yg lbh umum.

    Laki-laki Menyerupai Perempuan dan Perempuan Menyerupai Laki-laki Rasulullah s.a.w. pernah mengumumkan bahwa perempuan dilarang memakai pakaian laki-laki dan laki-laki dilarang memakai pakaian perempuan. Disamping itu beliau melaknat laki-laki yg menyerupai perempuan dan perempuan yg menyerupai laki-laki. Termasuk diantaranya ialah tentang bicaranya geraknya cara berjalannya pakainnya dan sebagainya. Sejahat-jahat bencana yg akan mengancam kehidupan manusia dan masyarakat ialah krn sifat yg abnormal dan menentang tabiat. Sedang tabiat ada dua tabiat laki-laki dan tabiat perempuan. Masing-masing mempunyai keistinewaan tersendiri. Maka jika ada laki-laki yg berlagak seperti perempuan dan perempuan yg bergaya seperti laki-laki maka ini berarti suatu sikap yg tidak normal dan meluncur ke bawah. Rasulullah s.a.w. pernah menghitung orang-orang yg dilaknt didunia ini dan di sambutnya juga oleh Malaikat diantaranya ialah memang laki-laki yg oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki tetapi dia menjadikan dirinya seorang perempuan; dan yg kedua yaitu perempuan yg memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai seorang laki-laki. Justeru itu pulalah Maka Rasulullah s.a.w. melarang laki-laki memakai pakaian yg dicelup dgn ‘ashfar . Ali r.a. mengatakan “Rasulullah s.a.w. pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakain sutera dan pakaian yg di celup dgn ‘ashfar.” Ibnu Umar pun pernah meriwayatkan “Bahwa Rasulullah s.a.w. pernah melihat aku memakai dua pakaian yg di celup dgn ‘ashfar maka sabda Nabi Ini adl pakaian orang-orang non muslim oleh krn itu jangan kamu pakai dia.”

    Pakaian Untuk Berfoya-foya dan Kesombongan Ketentuan secara umum dalam hubungannya dgn masalah meni’mati hal-hal yg baik yg berupa makanan minuman ataupun pakaian yaitu tidak boleh berlebih-lebihan dan utk kesombongan. Berlebih-lebihan yaitu melewati batas ketentuan dalam meni’mati yg halal. Dan yg disebut kesombongn yaitu erat sekali dgn masalah niat dan hati manusia itu berkait dgn masalah yg dzahir. Dengan demikian apa yg disebut dgn kesombongan itu ialah bermaksud utk bermegah-megah dan menunjuk-nunjukan serta menyombongkan diri terhadap orang lain. Padahal Allah sama sekali tidak suka terhadap orang yg sombong. Seperti Firmannya “Allah tidak suka kepada tiap orang yg angkuh dan sombong.” Dan Rasulullah s.a.w. juga bersabda “Barang siapa melabuhkan kainnya krn sombong maka Allah tidak akan melihatnya nanti di hari kiamat.” Kemudian agar tiap Muslim dapat menjauhkan diri dari hal-hal yg menyebabkan kesombongan maka Rasulullah s.a.w melarang utk berpakaian yg berlebih-lebihan dimana hal tersebut akan dapat menimbulkan perasaan angkuh membanggakan diri pada orang lain dgn bentuk-bentuk lahiriah yg kosong itu. Di dalam Hadisnya Rasulullah s.a.w. bersabda sebagai berikut “Brang siapa memakai pakaian yg berlebih-lebihan maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan nanti di hari kiamat.” Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang pakaian apa yg harus dipakainya? Maka jawab Ibnu Umar Yaitu pakaian yg kiranya kamu tidak akan di hina oleh orang-orang bodoh dan tidak dicela oleh kaum failosofis. Sumber Kajian ini dapat disimak dalam kitab“HALAL DAN HRAM DALAM ISLAM” Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi

    sumber file al_islam.chm