Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg telah memberikan ni’mat Iman dan Islam kepada kita. Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib disembah kecuali Allah. Tiada sekutu baginya. Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adl utusan Allah. Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepadanya kepada shahabat dan kepada kerabatnya. Amma ba’duWahai umat manusia! Bertaqwalah kalian kepada Allah Ta’ala. Tempuhlah jalan selamat dan keselamatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yg artinya “Tiga perkara yg menyelamatkan dan tiga perkara yg menyesatkan. Adapun perkara yg menyelamatkan adl taqwa kepada Allah dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan dan berkata haq dalam keadaan ridha dan marah dan sederhana dalam keadaan kaya dan fakir. Adapun perkara yg mencelakakan adl hwa nfsu (**) yg dituruti dan kekikiran yg dita’ati dan bangga akan diri sendiri dan hal ini merupakan yg paling berbahaya.” Alangkah indahnya ucapan beliau yg mencakup segala jalan kebaikan memperingatkan dari segala jurang-jurang kehancuran. Adapun taqwa kepada Allah dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan maka itu adl pokok segala perkara. Dengannya kebaikan dapat dicapai dan kejahatan dapat ditepis. Ia adl selalu merasa takut kepada Allah selamanya dan mengetahui dekatnya Zat Maha Raja yg Maha Mengetahui. Sehingga seseorang merasa malu kepada Tuhannya jika Ia melihatnya berada dalam larangan-Nya dan mendapatinya tidak berada dalam perkara-perkara yg mendekatkannya kepada ridha-Nya. Sedangkan berkata haq dalam keadaan ridha mau marah maka sesungguhnya hal itu merupakan pertanda kejujuran dan keadilan dan taufik. Merupakan suatu bukti yg paling nyata akan keimanan dan penguasaan seorang hamba atas amarah dan nafsunya. Sesungguhnya tidaklah selamat dari nafsu itu kecuali orang-orang yg jujur. Sehingga kemarahan dan nafsu tidak mengeluarkannya dari kebenaran dan tidak menjerumuskannya ke dalam kebatilan. Bahkan kejujuran mencakup seluruh keadaannya dan meliputinya. Begitu juga kesederhanaan dalam keadaan miskin dan kaya sesungguhnya ia merupakan tanda kekuatan akal dan manajemen yg baik. Dan merupakan kepatuhan dan perwujudan dari petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa yg terdapat dalam firmannya yg berarti “Dan orang-orang yg apabila membelanjakan mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir dan teguh berada diantara hal-hal yg demikian.” Jadi tiga perkara ini mencakup seluruh seluruh kebaikan yg berkaitan dgn hak Allah dan hak pribadi dan hak para hamba. Dan pelakunya akan mendapatkan kemenangan dgn kemulian petunjuk dan bimbingan. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah!Adapun tiga perkara yg mencelakakan adl hwa nfsu (**) yangdituruti. Firman Allah yg berarti “Dan siapakah yg lbh sesat dari orang yg menuruti hwa nfsu (**) nya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun?” Sesungguhnya hwa nfsu (**) membuat jatuh pengikutnya ke dalam jurang yg paling rendah. Hawa nafsu mendorong jiwa ke dalam syahawat-syahawat berbahaya yg menghancurkan. Adapun kekikiran yg ditaati dan manusia itu tabiatnya menuruti kekikirannya. Firman Allah Ta’ala yg artinya “Dan barangsiapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya maka ia termasuk orang-orang yg beruntung.” Barangsiapa yg menuruti kekikirannya ia termasuk orang yg merugi. Karena sesungguhnya kekikiran itu menyebabkan kebakhilan dan mencegah hak-hak yg lain dan menyeru kepada madharrat pemutusan hubungan dan kedurhakaan. Kekikiran menyeru pengikutnya memutuskan hubungan maka mereka memutuskannya. Dan mengajak mereka utk enggan memberikan hak-hak yg wajib atas mereka maka mereka mematuhinya. Dan memikat mereka dgn muamalat yg buruk seperti mengurangi hak curang dan riba maka mereka melakukannya. Jadi ia menyeru kepada segala perilaku yg hina dan mencegah dari segala perilaku yg baik. Sedangkan rasa bangga akan diri sendiri adl penghancur yg paling berbahaya dan perkara yg paling jelek. Karena rasa bangga akan diri sendiri adl pintu takabbur sombong dan tipu daya. Ia merupakan sarana menuju kecongkakan kesombongan dan penghinaan atas makhluk yg merupakan kejahatan besar. Jadi tiga perkara yg menghancurkan ini Hawa nafsu yg situruti kekikiran yg ditaati dan bangga akan diri sendiri; siapa yg menghimpunnya maka ia termasuk orang-orang yg celaka. Dan siapa yg bersifat dengannya maka ia akan mendapatkan murka dari Allah dan berhak mendapatkan azab yg menghinakan. Berbahagialah orang yg hwa nfsu (**) nya mengikuti apa-apa yg diridhai Allah. Dan bahagialah orang yg dijaga dari kekikiran dirinya sehingga ia termasuk orang-orang yg beruntung dan mengenal dirinya lalu tunduk pada kebenaran dan baik perilakunya terhadap orang-orang beriman. Semoga Allah mencurahkan akhlaq yg mulia kepada kita semua dan menjaga kita dari segala akhlaq yg buruk dan bahayanya.

sumber file al_islam.chm