"Wajib Atas Setiap Muslim Menerapkan Hukum Allah Dalam Segala Aspek Sesuai Dengan Kemampuannya" ketegori Muslim.

Wajib Atas Setiap Muslim Menerapkan Hukum Allah Dalam Segala Aspek Sesuai Dengan Kemampuannya

Kategori At-Tauhid Awwalan

Selasa, 10 Agustus 2004 07:44:28 WIB

WAJIB ATAS SETIAP MUSLIM UNTUK MENERAPKAN HUKUM ALLAH DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPANNYA SESUAI DENGAN KEMAMPUANNYA.

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Kewajiban setiap muslim ialah beramal sesuai dgn kemampuannya, Allah tdk membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya. Menegakkan tauhid dan ibadah yg benar tdk mesti disertai dgn menegakkan daulah Islamiyah di negeri-negeri yg tdk berhukum dgn apa-apa yg Allah turunkan, krn hukum Allah yg pertama kali wajib ditegakkan ialah menegakkan tauhid. Dan tdk diragukan lagi, ada perkara-perkara khusus yg terjadi pada sebagian masa, yaitu uzlah (mengasingkan diri) lebih baik daripada bercampur baur, sehingga seorang muslim mengasingkan diri di suatu lembah atau tempat terpencil, dan dia beribadah kpd Rabbnya, selamat dari kejahatan manusia kpd dan dari kejahatan diri kpd manusia. Perkara ini terdpt dalam hadits-hadits yg sangat banyak, meskipun hukum asal seperti terdpt dalam hadits ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma.

"Arti : Orang mukmin yg bergaul dgn manusia dan sabar terhadap kejahatan mereka lebih baik daripada orang mukmin yg tdk bergaul dgn manusia dan tdk sabar terhadap kejahatan mereka" [1]

Maka, daulah Islamiyah -tdk diragukan- sebagai sarana untuk menegakkan hukum Allah di bumi, dan bukan tujuan.

Dan termasuk hal yg mengherankan telah menimpa kpd sebagian da'i yaitu : Mereka memberikan perhatian kpd perkara-perkara yg tdk mampu dilaksanakan dan meninggalkan kewajiban yg mudah bagi mereka untuk melaksanakan !! Yaitu dgn berjihad melawan hwa nfsu (**) mereka sebagaimana yg dikatakan oleh seorang da'i muslim yg memberi wasiat kpd para pengikut dgn ucapan :

"Arti : Tegakkan daulah Islam dalam diri-diri kalian, niscaya akan tegak daulah Islam itu di bumi kalian".

Meskipun bersamaan dgn itu, kami mendpti kebanyakan dari pengikut menyelisihi wasiat itu, mereka menjadikan puncak da'wah mereka ialah mengesakan Allah Azza wa Jalla dalam hal hukum, dan mereka mengistilahkan hal itu dgn istilah yg terkenal : "Al-Hakimiyah untuk Allah". Tidak ragu bahwa hukum ialah milik Allah semata, tdk ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu atau dalam hal lainnya. Akan tetapi sebagian mereka termasuk orang yg taklid kpd madzhab di antara madzhab-madzhab yg empat pada saat ini, kemudian ketika didatangkan kpd As-Sunnah yg jelas dan shahih, dia berkata : "Ini menyalahi madzhabku!". Maka dimanakah kebenaran berhukum dgn apa-apa yg Allah turunkan dalam hal mengikuti sunnah ?!. Dan di antara mereka didpti termasuk orang-orang yg beribadah kpd Allah mengikuti tarikat-tarikat shufiah!. Maka dimanakah kebenaran berhukum dgn apa-apa yg Allah turunkan dalam hal tauhid ?! Sehingga mereka menuntut dari orang lain apa-apa yg tdk mereka tuntut dari diri mereka sendiri.

Sesungguh termasuk hal yg sangat mudah sekali bagi kamu ialah menerapkan hukum dgn apa-apa yg Allah turunkan dalam hal aqidah, ibadah, akhlakmu dalam hal mendidik anak-anakmu di rumah, dalam hal jual belimu, sementara itu termasuk hal yg sangat sulit sekali ialah engkau memaksakan atau menyingkirkan penguasa yg dalam kebanyakan hukum-hukum berhukum dgn selain apa-apa yg Allah turunkan. Maka mengapa engkau meninggalkan hal yg mudah dan mengerjakan hal yg sulit ?.

Hal ini menunjukkan kpd salah satu di antara dua kemungkinan, kemungkinan pertama buruk pendidikan dan bimbingan, kemungkinan kedua disebabkan buruk aqidah yg mendorong mereka sehingga lebih memperhatikan apa-apa yg mereka tdk sanggup untuk merealisasikan daripada memperhatikan apa-apa yg masih dalam batas kesanggupan mereka.

Pada saat ini, saya tdk melihat kecuali menyibukkan diri untuk mengadakan tashfiyah dan tarbiyah serta menda'wahi manusia kpd aqidah dan ibadah yg benar. Semua itu sesuai dgn batas kemampuan masing-masing. Allah tdk membebani seseorang kecuali sesuai dgn kesanggupannya. Alhamdulillah Rabbil 'alamin.

Shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan keluarganya.

[Disalin dari buku At-Tauhid Awwalan Ya Du'atal Islam, edisi Indonesia TAUHID, Prioritas Pertama dan Utama, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal 52-56, terbitan Darul Haq, penerjemah Fariq Gasim Anuz]
_________
Foote Note
[1]. Hadits Shahih diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2507), Ibnu Majah (4032), Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (388), Ahmad (5/365), dari hadits syaikh di antara para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (939)

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=971&bagian=0

Sumber Wajib Atas Setiap Muslim Menerapkan Hukum Allah Dalam Segala Aspek Sesuai Dengan Kemampuannya : http://alsofwah.or.id